Tradisi Berbagi, Suguhan Jelang Buka Puasa di Pacet

TRADISI: Ramadan di tengah pandemi, tradisi positif tak dihilangkan.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)
TRADISI: Ramadan di tengah pandemi, tradisi positif tak dihilangkan.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Tradisi saling berbagi makanan saat Ramadhan, biasa dilakukan warga di sejumlah masjid di wilayah Cianjur, khususnya di wilayah Ciherang, Pacet.

Kendati masih dalam pandemi Corona, namun warga tetap bergiliran memberikan suguhan jelang berbuka puasa tiba.

Dede (35) salah seorang tokoh masyarakat di masjid wilayah Ciherang, mengaku bahwa setiap bulan Ramadan, dirinya dan warga sekitar bergiliran memberikan menu takjil ke pihak masjid.

Khusus dirinya, ia sering mengisi bingkisan yang akan disuguhkan dengan berbagai makanan kemasan dan makanan buatannya sendiri.

“Ada gorengan, kurma, atau kolak. Apa saja yang penting kita ikhlas memberikannya, dan bisa diterima oleh warga yang hendak berbuka puasa,” kata Dede.

Pria yang sekaligus sebagai ustadz di wilayah setempat menuturkan, bahwa tidak setiap hari dalam memberikan menu takjil ke masjid. “Kalau saya sendiri paling seminggu tiga, sampai empat kali ngasih,” imbuhnya.

Menurut Dede, hal tersebut merupakan tradisi positif untuk bisa dilakukan di wilayah lain. Karena sebagaimana diketahui bahwa setiap kegiatan yang dibuat dengan niat ikhlas, di bulan Ramadan, maka akan diberikan pahala yang berlipat ganda.

“Sebetulnya jadi kesempatan kita untuk mengumpulkan pahala di bulan suci ini. Walaupun hanya sekedar memberikan makanan untuk orang yang sedang berbuka puasa,” katanya.

Ditemui terpisah, Ujang (65) salah seorang pengurus masjid mengatakan, setiap harinya masjid di Al Falah sendiri tidak pernah kekurangan makanan. Apalagi saat Ramadan seperti ini.

“Alhamdulillah kang, setiap harinya selalu cukup untuk memenuhi kebutuhan berbuka jamaah. Bahkan makanannya pun bervariasi. Semuanya berkah,” ujar Ujang saat ditemui selepas salat Ashar kemarin.

Ia menjelaskan, jamaah yang berbuka puasa di masjid ini biasanya mencapai puluhan, namun kini, di tengah wabah Covid-19, tak lebih dari 15 orang.

“Rata-rata orang yang ikut buka puasa di masjid itu, warga sekitar. Saya berdoa mudah-mudahan semua kebaikan yang dilakukan oleh kita semua bisa bernilai pahala dan berlipat ganda dihadapan Allah SWT,” tuturnya.

(dan)