Ramadan dan Corona, Pedagang Kurma Semakin Lesu

KURMA: Salah seorang pedagang kurma musiman saat bulan Ramadan.(Foto:Dokumentasi Radar Cianjur)
KURMA: Salah seorang pedagang kurma musiman saat bulan Ramadan.(Foto:Dokumentasi Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Sejumlah pedagang kurma musiman saat bulan suci Ramadan tahun ini mengeluh. Bukan saja karena krisis ekonomi masyarakat, tapi diperparah adanya pemberlakuan PSBB di sejumlah wilayah.

Obed (35) seorang pedagang kurma di pasar mengaku, omset yang biasa didapat dirinya kini turun hingga 70 persen, dibandingkan dengan omset Ramadan tahun kemarin.

“Bulan Ramadhan kali ini, tingkat penjualan kurma menurun drastis. Mungkin karena sekarang diperparah situasi pandemi Covid-19,” katanya kepada radarcianjur.com, Senin (11/5/2020).

Menurun Obed, beberapa sebab lain terjadinya penurunan omset penjualan kurma di Ramadhan kali ini adalah faktor kenaikan harga, dan banyaknya pedagang yang menjual jajanan modern.

“Kurma yang dibeli dari Bandung saat ini harganya mencapai Rp70 ribu hingga Rp95 ribu perkilogram. Harga tersebut lebih naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakini sebesar Rp50 ribu sampai Rp75 ribu perkilogram,” jelasnya.

Ia mengatakan, harga jual kurma tersebut mengalami kenaikan disebabkan oleh harga dari distributornya yang mengalami kenaikan sebesar 10 persen atau sekitar Rp25 ribu. Dengan berat bersih perdus sebanyak sepuluh kilogram.

“Kalau dari distributornya kurma tersebut dijual antara Rp500 ribu hingga Rp550 ribu perdus. Padahal asalnya itu hanya Rp350 ribu hingga Rp375 ribu perkilogramnya,” kata dia.

Dalam satu harinya, ia mengaku, hanya mampu mendapatkankan pelanggan dua hingga tiga orang, sedangkan tahun sebelumnya menjual hingga ke 10 konsumen perhari.

“Memang tahun ini sangat berdampak sekali. Apalagi adanya Corona ini semua sektor juga pastinya lesu,” ujarnya.

(dan)