Cianjur Keukeuh New Normal

Ilustrasi New Normal

RADARCIANJUR.com – Kabupaten Cianjur berencana akan melaksanakan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tanpa izin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Namun, hal itu disanggah karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur telah mendapat izin dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pelaksanaan New Normal atau AKB di Kabupaten Cianjur akan tetap dilaksanakan. Menurutnya, hal ini sesuai arahan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

“Kami sesuai dengan arahan Pak Gubernur yang telah disampaikan saat vicon bersama Forkopimda prov dan kab datanya juga akurat sesuai arahan gubernur kita akan New Normal,” ujarnya kepada RADARCIANJUR.com.

BACA JUGA : Pemerintah Putuskan Tak Ada Pemberangkatan Calon Jemaah Haji 2020

Menanggapi kabar bahwa Cianjur akan tetap memberlakukan New Normal tanpa izin Kemenkes, Herman menjelaskan, pihaknya telah mendapat arahan dari Gubernur Jabar.

“Karena saya sudah diperintahkan pimpinan dan disampaikan itu terserah kabupaten kami punya data dari gubernur alhamdulillah datanya akurat serta itu bisa dipertanggungjawabkan dan kami gunakan data itu,” tuturnya.

Mengenai alasan izin yang diberikan Gubernur Jabar, ia melanjutkan, gubernur telah memberikan penjelasan dan data yang akurat.

“Kemarin saat vicon dijelaskan sama gubernur yang mempotret kabupaten/kota di Jabar,” jelasnya.

BACA JUGA : Jangan Gegabah Buka Sekolah di Masa Pandemi Covid-19

Dalam hal ini, Pemkab Cianjur pun langsung menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang New Normal atau AKB dan hari ini tengah dilakukan simulasi di beberapa tempat.

“Sehingga beberapa hari ini kita sedang membuat Perbu tentang AKB atau New Normal. Hari ini akan melakukan simulasi melihat kondisi yang akan new normal seperti pasar, pertokoan, tempat wisata, tempat ibadah dna lain sebagainya. Sehingga kami dalam pembuatan perbup ini bisa dilaksanakan di lapangan,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur, KH Abdul Rauf mengaku mendukung pemberlakuan New Normal di Cianjur.

“MUI mendukung dan akan ditindak lanjuti dengan seruan artinya mendukung perbup ini karena pada prinsipnya apalun upaya pencegahan pemutusan mata rantai Covid ini dalam rangka New Normal ini mudah-mudahan jadi normal kembali.” terangnya.

BACa JUGA : Sektor Pariwisata Berharap Pulih, Ada Kemajuan Cuma Dua Hari

Sementara itu, Komandan Kodim 0608/Cianjur, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani memimpin langsung pemantauan simulasi pencegahan covid-19 di fase new baru atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Wilayah Kabupaten Cianjur, Selasa (2/6). Sejumlah Pasar dan mall di Wilayah Cianjur menjadi sasaran pemantauan.

Berdasarkan pantauan, di Pasar Muka Cianjur Dandim langsung melakukan pemantauan ke dalam pasar untuk mengecek pengunjung dan pedagang. Namun, tak sedikit para pengunjung dan pedagang menggunakan masker, akibatnya mereka tak luput mendapatkan teguran.

Pemantauan pun dilanjut ke Toserba Yogya di Jalan Arif Rahman Hakim. Dandim langsung mengecek di dalam toko serba ada tersebut. Sejumlah karyawan hampir semua menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) atau masker. Bahkan, para pengunjung pun tak luput penjagaan diperingati menggunakan masker.

Namun, teguran baik ke pengunjung maupun ke pedagang pasar banyak dilontarkan Dandim saat melakukan pemantauan di Pasar Induk Pasir Hayam Cianjur. Pasalnya, tidak sedikit mereka tidak menggunakan masker saat fase new normal sekarang.

“Kita akan terus gelorakan dan umumkan kepada masyarakat untuk menggunakan masker, kalau tidak ada kita sediakan. Selain itu jaga jarak dan pola hidup sehat, serta jika tidak ada air kita siapkan,” ujarnya.

BACA JUGA : Kebun Raya Cibodas-LIPI Kembali Perkenalkan Spesies Asing

Ia pun memberikan arahan kepada aparat keamanan dan Kepala Pasar Induk Pasir Hayam tentang protokol kesehatan, untuk melaksanakan new normal atau AKB. Selain itu, pihaknya meminta agar pintu keluar masuk pasar dibuka satu pintu.

“Untuk petugas agar melakukan pengecekan suhu tubuh dan penggunaan masker bagi warga pengunjung Pasar Induk, bagi warga yang tidak memakai masker agar di imbau untuk memakai Masker. Dan setiap beberapa jam sekali agar berpatroli keliling secara bergantian, memberikan imbauan kepada warga tentang Protokol Kesehatan bila perlu lewat pengumuman di Masjid,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada tokoh agama, tokoh masyarakat serta RT/RW yang ada di desa-desa agar bersama-sama supaya mengenakan masker, pola hidup sehat, jaga jarak kemanapun bepergian.

“Sosialisasi ini akan terus di gelorakan sampai masyarakat benar-benar menggunakan masker,” tutupnya. (kim)