Prioritaskan Penanganan Stunting

TOREH TANDATANGAN: Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman dengan tegas menyatakan bahwa penanganan stunting masih akan menjadi prioritas. FOTO: HUMAS PEMKAB CIANJUR FOR RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com -Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menegaskan bahwa penanganan stunting di Cianjur masih akan menjadi prioritas yang harus diselesaikan di tengah pandemi covid-19. Hal ini tak lepas dalam upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Cianjur.

“Penanganan stunting tidak akan terdampak, kita akan terus berjalan karena ini untuk kemajuan khusus anak-anak di Kabupaten Cianjur ke depan. Anak anak harus pintar harus sehat. Dari 1.000 kehidupan ini harus terbina karena itu merupakan pondasi untuk mereka ini agar menjadi sehat,” kata Herman di sela-sela acara Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Cianjur Tahun 2020 di Bale Praja Pendopo Pemkab Cianjur, Jumat (5/6).

Berdasarkan data riset Kementerian Kesehatan RI, penurunan angka prevalensi stunting di Cianjur telah menurun drastis pada 2019. Herman mengaku bersyukur sekaligus mengapresiasi pihak-pihak yang selama ini telah berkontribusi aktif dalam penanganan stunting di Cianjur.

“Alhamdulillah Kabupaten Cianjur sudah berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 41,72% pada 2013 menjadi 33,5% pada 2018 dan kembali menurun sebesar 27,5% pada 2019 berdasarkan Studi Status Gizi Balita di Indonesia (SSGBI) Kementerian Kesehatan RI. Saya sampaikan penghargaan kepada semua pihak yang senantiasa menunjukan semangatnya untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan konvergensi intervensi stunting di Kabupaten Cianjur” ujar Herman.

Ia mengatakan, penanganan stunting memerlukan koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai kepentingan seperti pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Mantan Dirut PDAM ini mengajak seluruh pihak untuk terus bersama-sama berjuang menangani dan mencegah stunting di Cianjur.

“Kami Pemkab Cianjur berkomitmen untuk memimpin langsung upaya penanganan stunting agar penurunan prevalensi stunting di Cianjur dapat dipercepat. Kami mengajak semua pihak bahu-membahu berjuang. Kami yakin dengan demikian akan mempercepat mewujudkan masyarakat yang sehat dan bebas dari kasus stunting (zero stunting),” tutur Herman.

Di tahun ini, Pemkab Cianjur menargetkan akan menambah tujuh lokasi khusus (lokus) penanganan stunting. Saat ini Pemkab Cianjur telah memiliki 43 lokus se-Kabupaten Cianjur.

Sementara wilayah prioritas penanganan berada di sembilan desa dan tujuh kecamatan yakni Desa Balegede Kecamatan Naringgul, Desa Sukajaya dan Sirnajaya Kecamatan Tanggeung, Desa Cidadap Kecamatan Cempaka, Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang, Desa Majalaya Kecamatan Cikalongulon, Desa Sukatani dan Ramasari Kecamatan Haurwangi, Desa Peuteuycondong Kecamatan Cibeber.

Stunting yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah daripada anak seusia, yang salah satunya disebabkan kurang gizi, sempat menjadi masalah kesehatan yang sangat disorot di Indonesia. Tiga puluh persen anak balita di Indonesia terancam kondisi stunting yang dapat menghambat pertumbuhan fisik maupun perkembangan kemampuan kognitif dan intelektual anak.

Kondisi stunting disebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan asupan nutrisi selama sembilan bulan saat anak di dalam kandung ibu atau selama masa pertumbuhan kritis, yaitu 1.000 hari pertama dalam hidup anak.(*/yaz)