Stok Darah Kurang, UTD PMI Cianjur Desak Bupati Keluarkan Himbauan

DONOR DARAH: Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cianjur tengah mengoptimalkan stok darah.(Foto Hakim/Radar Cianjur)
DONOR DARAH: Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cianjur tengah mengoptimalkan stok darah.(Foto Hakim/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Pandemi Covid-19 berimbas pada stok darah yang kurang di Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Cianjur.

PMI pun terus berupaya memaksimalkannya dengan cara Keluarga Donor Darah (KDD) datang langsung ke kantor UTD PMI.

Humas UTD PMI Kabupaten Cianjur, Reni Sutianah mengatakan, stok darah yang tersedia di UTD PMI untuk golongan darah A 30 labu, B 22 labu, O 37 labu dan yang AB delapan labu.

“Jadi total untuk hari ini 90 labu untuk komponen jenis PCR. Untuk TC A dua labu, B satu labu, O nol dan AB satu labu dengan jumlah total 4 labu. Ini stok darah tadi dari pagi. Mungkin saat ini sudah terpakai dan sudah habis,” ujarnya

Lanjutnya, di saat pandemi seperti ini dari seluruh KDD masih banyak yang ketakutan dan kebingungan, bahkan ada sebagian yang masih merespon dengan mengikuti protokol Covid-19 yang ada.

“Ada sebagian yang enggan untuk melakukan. Tapi 80 persen belum ada kesanggupan untuk sekarang dilaksanakan, 20 persen ada aja. Sekarang ini karena kami nginduknya ke aturan pemerintah, katanya PSBB selesainya itu tanggal 2 atau tanggal 4, jadi selama sudah ada pemberlakuan untuk kegiatan kerumuman masa, langsung kami akan follow up ke semua,” ungkapnya.

Untuk saat ini pun, sudah mulai diberitahukan dan sudah mulai diajak untuk melakukan donor dan sebagian masih nunggu waktu sampai situasi kondusif, serta sebagian sudah mengatur jadwal.

“Tapi dari sekarang pun kami selalu mengupayakan agar stok selalu terbantu dengan kegiatan di luar. Sebagian KDD itu kan dari 60 persen itu pendidikan, 20 persen instansi, 20 persen keagamaan seperti tempat ibadah dan lainnya. Sekarang yang merespon itu lokasinya yang sedikit-sedikit, seperti tempat ibadah dan notabene pesertanya itu 30 orang,” paparnya.

Kebutuhan darah dalam sehari mencapai 70-80 labu. Untuk mengoptimalkan hal itu, pihaknya selalu memberikan edukasi ke keluarga yang membutuhkan darah supaya bisa mendonorkan dari keluarganya dulu, dan dirasa sangat aman.

“Sulit-sulit gampang, karena donor itu tidak langsung ada pendonor diambil, kebanyakan mereka golongan darah saja mereka tidak tahu. Jangankan anak kecil, yang sudah tua pun kadang tidak tahu golongan darahnya,” terangnya.

Kadang kesulitannya, saat ada satu pasien terus dia membawa dua atau tiga orang saudaranya namun golongan darahnya tidak sama.

Ada juga yang tensinya tidak masuk, ada juga yang minum obat, ada juga kurang tidur.

“Tapi dengan perlahan semuanya bisa terhandel. Harapan dari UTD sendiri bisa sepenuhnya situasi ini berjalan normal kembali, kegiatan normal kembali, kebutuhan masyarakat Cianjur khususnya pasien-pasien di Cianjur yang membutuhkan darah cepat segera teratasi dan normal seperti sedia kala,” harapnya.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah khususnya bupati untuk bisa mengimbau atau mengerahkan seluruh instansinya untuk bisa mengikuti donor darah kembali seperti sedia kala.

“Sebetulnya imbauan ini sebelumnya kami sudah mengadakan audien dan dan sudah diberikan imbauan,” jelasnya.

Untuk syarat donor darah harus sehat kondisi badan secara umum, tidak pusing, batuk, filek dan lain-lain.

Tidak mengkonsumsi obat selama tiga hari, cukup tidur selama enam jam, bagi wanita tidak sedang hamil, menyusui, dan tidak datang menstruasi serta berat badan minimal di atas 45 kilogram.

“Jadi saya mengimbau untuk seluruh masyarakat Cianjur, pemerintah, dan swasta supaya walaupun tidak ada kegiatan masal yang dilakukan mohon kepeduliannya untuk bisa datang mendonorkan darahnya, agar seluruh pasien yang membutuhkan darah bisa teratasi,” imbaunya.

(kim)