Awas! Tempat Wisata Beresiko Tinggi Penyebaran Covid-19

RAMAI: Tempat wisata di lahan swasta Cibodas cukup ramai dipadati wisatawan. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com– Beberapa tempat wisata di Kabupaten Cianjur saat ini sedang bersiap untuk dibuka kembali dalam masa transisi New Normal. Namun, hal itu dinilai beresiko pada penanganan Covid-19.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, ada tingkatan resiko pada pemberlakuan New Normal tau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Jadi, ada yang beresiko rendah, beresiko sedang dan beresiko tinggi. Serta yang beresiko tinggi itu akan dibuka di akhir masa New Normal,” ujarnya.

BACA JUGA : Transisi PSBB Cianjur, Cibodas Diserbu Wisatawan

Ia pun mengungkapkan, sektor yang ada dikategori beresiko tinggi ialah pendidikan dan pariwisata. Itu sebabnya, ia menjelaskan, dua sektor itu akan dibuka di akhir masa New Normal.

“Pendidikan itu kan anak-anak rentan terhadap virus. Kalau pariwisata itu bisa membuat kerumunan yang lebih besar. Pasti kalau wisata-wisata ramai-ramai,” ungkapnya.

Menanggapi beberapa tempat wisata di Kabupaten Cianjur yang telah dibuka dengan alasan masa percobaan, ia menyebutkan seharusnya tempat wisata belum boleh dibuka.

“Harusnya sih belum (dibuka). Resikonya tinggi soalnya,” terangnya.

Diketahui beberapa tempat wisata yang telah dibuka ialah Curug Cikondang. Seperti halnya Wana Wisata Pokland yang akan dibuka hari ini.

BACA JUGA : Tak Dikasih Uang, Adik Bakar Kakaknya Hidup-hidup di Solokpandan

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur rencananya akan membuka kembali Kebun Raya Cibodas (KRC) dalam waktu dekat ini.

Namun, Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, Enung Sri Hayati mengatakan, belum ada destinasi wisata di Cianjur yang buka.

“Belum, baru persiapan beres-beres dan penyiapan protokol kesehatan dan lain-lain,” tuturnya.

BACA JUGA : Mulai Besok, Tempat Wisata di Cianjur bakal Dibuka

Selain itu, ia pun mengungkapkan, pembukaan tempat wisata akan dimulai saat Perbup tentang New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“Pokonya setelah perbup tentang Adaptasi Kebiasaan Baru dan masing-masing sudah siap dengan melaksanakan sarana protokol kesehatan,” tutupnya. (kim)