481 Warga Sukatani Pacet Terima Kartu Perluasan Penerima BPNT

SALURKAN: Pemerintah Desa Sukatani menyalurkan kartu BPNT kepada warga yang dikawal Bhabinkamtibmas dan Babinsa.(Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur)
SALURKAN: Pemerintah Desa Sukatani menyalurkan kartu BPNT kepada warga yang dikawal Bhabinkamtibmas dan Babinsa.(Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Kartu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diterima 1.667 warga Desa Sukatani Kecamatan Pacet, Cianjur.

Penyerahan kartu yang digulirkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial itu dilaksanakan di aula desa, Rabu (10/6/2020).

Kepala Desa Sukatani, H Udin Sanusi mengatakan, sebanyak 481 KPM tambahan mendapatkan bantuan dari program BPNT dari yang semula yang hanya 1186 warga yang ada di Desa Sukatani.

“Jadi totalnya sebanyak 1667 KPM yang terserap dari program pemerintah pusat itu. Alhamdulillah mudah-mudahan bisa lebih diterima dan bermanfaat,” ujarnya kepada radarcianjur.com, Rabu (10/6).

Secara teknis penyaluran, Kades dua periode itu menjelaskan, tidak ada perbedaan dari program yang sebelumnya telah berlangsung.

Jadi KPM yang telah menerima kartu dari salah satu bank yang ditunjuk itu, tinggal datang ke E-waroeng di sekitaran desa, kemudian mengambil paket sembako yang telah ditetapkan.

“Jadi nanti untuk penyalurannya melalui E-waroeng yang selama ini ada di wilayah Desa Sukatani,” ucapnya.

Adapun secara pengelolaan data warga yang berhak menerima bansos tersebut, ia menyebut, bersumber dari Basis Data Terpadu (BDT) yang diolah oleh Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG).

“Kami tidak bisa menentukan satu persatu. Bahkan tidak akan menentu juga per wilayah dapat berapa. Tapi rata-rata itu sekitar 10 warga per RT, khusus yang perluasan ini,” katanya.

Dengan adanya penambahan KPM program tersebut, pemerintah desa mengharapkan, bisa diimbangi juga dengan penambahan E-waroeng yang kini telah ada.

Karena menurutnya, jika dalam sekian ribu KPM yang selama ini hanya ada empat E-waroeng, maka kemungkinan tidak akan maksimal.

“E-waroengnya hanya ada empat. Walaupun idealnya harus ada penambahan yang bisa disesuaikan dengan jarak tempuh penerima manfaat. Supaya tidak memberatkan warga, apalagi yang betul-betul tidak mampu,” tuturnya.

(dan)