Harga Cabai Anjlok, Hanya Dihargai Rp5 Ribu Per Kg

MERUGI: Seorang petani cabai di Cipanas.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)
MERUGI: Seorang petani cabai di Cipanas.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Dampak pandemi Covid-19 masih betul-betul terasa, termasuk bagi para petani cabai. Mereka mengalami kerugian hingga 50 persen dari modal awal perkilogramnya.

“Iya kang, sekarang harga cabai jadi Rp5 ribu per kilogram. Padahal modal awal pun jika dikalkulasikan mencapai Rp10 ribu perkilo,” ujar Cep Busyol (50) salah seorang petani di Cipanas, Selasa (9/6/2020).

Ia mengaku sangat bingung dengan situasi yang kini kian terasa selama adanya darurat Covid-19 ini. Karena menurutnya, masyarakat sangat jarang yang melangsungkan pernikahan atau acara-acara lainnya.

Dengan begitu, otomatis harga bahan masakan termasuk cabe pun menjadi sangat anjlok.

“Kalau cabai rawit itu, di kita sebagai petani dihargai Rp5 ribu sampai Rp6 ribu per kilo. Paling kalau sudah ke pasar tradisional, dijual Rp15 hingga Rp20 ribu perkilo,” terangnya.

Selain itu, ia menyebut, anjloknya harga cabe pun telah berlangsung sejak mulai pandemi Corona hingga sampai saat ini. Termasuk di bulan Ramadan dan lebaran kemarin.

“Waktu lebaran juga harga teratas itu mencapai Rp12 ribu per kilo dari petani,” tambahnya.

Busyrol mengatakan, petani cabai yang kini telah masuk waktu panen pun akan segera dilangsungkan. Karena sudah bingung jika dibiarkan terlalu lama.

“Kami berharap harga cabe kembali normal. Pemasaran ke berbagai distributor bisa lancar lagi,” ujarnya.

Ia mengaku, belum bisa memastikan apakah akan kembali menanam cabai atau jenis lainnya. Karena memang untuk saat ini harganya belum bisa dibayangkan akan normal.

“Tapi niatnya sih akan kembali menanam cabe, sebagai uji nyali harga ke depannya,” pungkasnya.

(dan)