Jalur Protokol Cipanas – Puncak Mulai Padat

RAMAI: Terpantau ramai kendaraan dari arah Puncak ke Cianjur, dan sebaliknya di kawasan Cipanas. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasca Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang selesai awal bulan Juni kemarin di Kabupaten Cianjur, kini terpantau di sejumlah jalur di kawasan Puncak Cipanas berangsur normal.

Seperti yang terpantau di jalan Protokol Cipanas menuju Puncak dan arah sebaliknya, kendaraan roda dua dan empat terbilang cukup padat. Ditambah kini bus angkutan kota antar provinsi (AKAP) sudah mulai beroperasi kembali yang melintas ke arah Bogor dan Jakarta.

“Iya kang, dari siang tadi sekitar jam 14.00 Wib, jalur di Cipanas ramai dan cukup padat. Mungkin sudah normal kembali,” ujar Mamang (50) salah seorang pemilik warung nasi di pinggir jalan Cipanas, kepada radarcianjur.com, Jum’at (12/6/2020).

Bahkan ia menyebut, sejak setelah pulang Jumatan, terlihat jalanan Cipanas sudah mulai padat dan banyak yang melintas, termasuk bus angkutan umum. Beberapa juga kendaraan bukan hanya dari Cianjur, namun luar Cianjur.

“Kalau saya perhatikan banyak kendaraan plat B, F Bogor, dan wilayah lain jelang Sabtu Minggu selalu ramai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Hendra Wira Wiharja mengatakan, untuk AKAP, sejak PSBB sudah beroperasi sebagian yang diijinkan oleh kementrian perhubungan dan diberi stiker khusus. Namun, untuk Angkutan Kendaraan Dalam Provinsi (AKDP), yang mengeluarkan ijinnya adalah Dishub provinsi.

“Jadi yang saya ketahui untuk Jabar sesuai instruksi pak Gubernur. Bahwa dalam masa AKB sektor-sektor akan dibuka secara bertahap, dari yang low risk hingga high risk per Minggu melihat perkembangan covid 19,” katanya.

Sehubungan di wilayah Cianjur masuk kedalam zona hijau, lanjut Hendra, angkutan tersebut boleh beroperasi, dan melihat kewenangan yang telah ditetapkan.

“Kami hanya bisa sebatas berkoordinasi dan mengimbau. Karena untuk AKAP yang mengeluarkan ijinnya adalah kementrian perhubungan dan AKDP dari Dishub provinsi,” ujarnya.

“Bahkan AKAP dan AKDP kalau dari pantauan di lapangan sudah beroperasi sejak 8 Juni kemarin, kita sementara hanya memantau di terminal saja,” pungkasnya. (dan)