Geliat Hotel di Puncak Cipanas, Tamu Didata Travel History

RESERVASI: Beberapa pengunjung hotel melakukan reservasi.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)
RESERVASI: Beberapa pengunjung hotel melakukan reservasi.(Foto:Dadan Suherman/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com-Jelang penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kabupaten Cianjur, sejumlah hotel terpantau mulai didatangi penginap.

Seperti terlihat di hotel bintang lima di kawasan Cipanas. Okupansinya meningkat hingga 60 persen dibandingkan saat PSBB kemarin.

“Alhamdulillah kini telah mulai membaik. Dari jumlah kamar 300 lebih, sekarang sudah terisi sekitar 200 kamar,” kata Manager Marketing Communication (Marcomm) Le Eminence, M. Rizki Sutrisna kepada radarcianjur.com, Senin (15/6/2020).

Ia menuturkan, dalam penerapannya, tak berbeda jauh dengan apa yang disampaikan dan diimbau oleh pemerintah. Termasuk dinas kesehatan dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami tetap menerapkan protokol kesehatan. Adanya tempat cuci tangan di depan pintu masuk, diberikan hand sanitizer bagi para pengunjung, termasuk wajib menggunakan masker,” tuturnya.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya juga tak lupa mencatat para tamu hotel dan mendatanya jika mungkin datang dari zona merah atau luar Cianjur. Guna bisa disampaikan kembali ke dinas kesehatan, dalam mencegah dan meminimalisir adanya pengunjung hotel yang bisa saja terpapar virus Corona.

“Jadi setiap hari kami data dan disampaikan kembali ke PHRI, dan dinas kesehatan. Supaya jika memang nantinya ada yang diduga terpapar, bisa segera ditangani lebih lanjut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang paling ditekankan juga oleh pihak hotel, tamu juga harus ada wawancara travel history dan mengenai kondisi kesehatan mereka apakah mereka dalam kondisi baik dan sehat, baru boleh menginap.

“Kita perlu ekstrak lining area hotel terutama area yang sangat intensitasnya sering disentuh oleh tamu, itu kita bersihkan menggunakan desinfektan,” katanya.

Adapun pengunjung yang datang, ia menyebut, mulai dari Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Bogor. Termasuk beberapa warga timur tengah, ditambah juga di area Cianjur.

“Jadi kami selaku pelaku bisnis terus berkomunikasi bagaimana penerapan SOP dan sebagainya sesuai dengan arahan pemerintah,” tukasnya.

(dan)