Bakal Calon Bupati Independen Jangan Asal Comot Dukungan

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar Zaki Hilmi

RADARCIANJUR.com – Bawaslu mewanti-wanti jangan sampai ada calon bupati independen yang main comot dukungan.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar Zaki Hilmi mengatakan, warga bisa protes jika KTPnya dicomot untuk dijadikan sebagai syarat dukungan calon independen dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Cianjur 2020.

Ia mengatakan, menjelang verifikasi faktual calon perseorangan muncul peraturan baru nonor 0315 yang pada intinya pengawas pemilu panwascam, PKD, petugas verifikator, serta jajaran KPU benar-benar melakukan verifikasi yang bisa dipertanggungjawabkan untuk memastikan bahwa sejumlah dukungan yang lolos verifikasi administrasi benar-benar faktual.

“Pertama di tahapan lanjutan semua pelaksanaan prosedur dalam pelaksanaan pilkada merujuk pada perpu 02 tahun 2020 bahwa pilkada tetap dilaksanakan dengan protokol covid-19, hal yang pertama kami lakukan aktivasi semua jajaran penyelenggaran adhoc, dan pengawasan proses verifikasi pemenuhan syarat dukungan calon perseorangan,” ujar Zaki kepada Radarcianjur.com di Kantor Bawaslu Cianjur, Selasa (16/6/2020).

Ia mengatakan, pada intinya di tengah Pandemi keberlangsungan pilkada harus dijalankan dan tetap berkualitas, mengacu pada aturan metode 0315 istilah baru ada audit verifikator, pada intinya pengawas pemilu akan mengecek yang kedua membuka ruang publik untuk menyampaikan aduan.

“KTP yang muncul dalam data dukungan tapi tak memberikan dukungan bisa menyampaikan ke jajaran Bawaslu sampai panwascam nanti akan keluar rekomendasi koreksi,” katanya. (dil)