Diduga Gara-gara Proyek Mal, Sumur Warga Cipanas Kering

TUNJUKAN AIR: Salah seorang warga menunjukkan stok air yang selama ini menjadi surut. Foto : Dadan/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Diduga gara-gara adanya proyek Plaza Mal Cipanas, sejumlah sumber air warga di dua wilayah Kampung Balakang, RT 01 RW 07 dan RT 02 RW 06 Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Cianjur, mengalami krisis air.
Warga menduga krisis air sumur yang telah menjadi sumber kehidupan itu terjadi pasca dimulainya proyek mal yang berlangsung di dekat permukiman.

“Sejak ada proyek jalan plaza Cipanas itu air sumur terus menyusut. Kurang lebih pada awal April lalu, kondisi sumur telah mulai sedikit,” kata H. Asep (60) salah seorang warga Kampung Balakang RT 01 RW 07, Rabu (17/6).

Asep menuturkan, sejak adanya rencana pembangunan mal tersebut, ia dan warga lain belum pernah disosialisasikan terkait izin lingkungan atas proyek itu. Bahkan yang dirinya tau, hanya beberapa warga dan ketua RT RW setempat saja yang dilibatkan dalam sosialisasi AMDAL pembangunan itu.

“Dari dulu kami belum pernah mengalami krisis air seperti saat ini. Bahkan sejak saya masih kecil pun di daerah dekat rumah itu merupakan salah satu wilayah lumbung air,” ungkapnya.

Selain itu, Asep menyebutkan, selama darurat Covid-19 kemarin, yang ditambah dengan bulan Ramadhan, sumber air di sumurnya justru terasa normal. Tapi, setelah mulai kembali beroperasi, kini kondisinya malah jadi berkurang. “Mungkin karena kemarin saat bulan puasa itu, pembangunannya berhenti sementara, kondisi air pun normal. Tapi kini, jadi surut lagi,” ucapnya.

Warga hanya berharap, kondisi sumber air di wilayahnya bisa kembali seperti sediakala. Karena dari dulu pun ia menegaskan, tak pernah sampai sesulit ini.

Berbanding terbalik dengan yang diakui salah seorang warga di wilayah RT 01 RW 06, yang berdekatan langsung dengan proyek mall tersebut. H Acep (67) mengungkapkan, tak ada dampak sama sekali terhadap sumber air di rumahnya. Bahkan beberapa tetangga dan kerabatnya pun air sumurnya masih normal.

“Untuk saat ini Alhamdulillah sumur di rumah saya masih normal. Gak tau kalau nanti kedepannya. Berharap mah lancar-lancar saja,” ucapnya.

Selama puluhan tahun bermukim di sana, kata Acep, belum pernah ada keluhan yang serius adanya dampak dari sejumlah proyek pembangunan. “Selama ini, Alhamdulillah baik-baik saja,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sindanglaya, Nyanyang Kurnia Sanusi mengatakan, pihaknya akan segera memanggil kedua belah pihak, baik kontraktor atau pengelola pembangunan mall tersebut.

Setelah itu, lanjutnya, pemerintah desa akan menyampaikan apa yang menjadikan keluhan masyarakat terkait masalah sumber air tadi. “Mudah-mudahan dari hasil pertemuan yang akan dilaksanakan secepatnya, ada solusi dan titik temu nanti,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Masalah yang ada, menurut orang nomor satu di Desa Sindanglaya itu, tidak bisa serta merta masyarakat menginginkan langsung ada kembali sumber air. Karena proyek itu hanya pelaksana, bukan pemiliknya.

“Jadi kita cari yang bagus bagaimana. Berharap dalam hal ini kepada pelaksana proyek ataupun pemilik proyek bisa memberikan solusi yang baik, dan sesuai. Termasuk masyarakat pun jangan menuntut yang berlebihan. Harus sesuai porsinya saja,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek Plaza Cipanas yang menjadi dugaan surutnya sumber air warga, belum bisa dimintai keterangan dan tanggapanya.(dan)