Pengendara Lewat Perbatasan Cianjur-Puncak Jalani Rapid Test Massal

DIRAPID: Warga dan pengendara di kawasan Puncak yang hendak melintas Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pengendara motor dan mobil yang hendak melintas ke perbatasan Cianjur-Bogor, diperiksa hingga melakukan rapid tes Covid-19 yang digelar pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sabtu (20/6/2020).

Dalam giat tersebut, sejumlah aparat TNI-Polri dilibatkan dalam pengamanan dan penanganan yang dilakukan Pemprov bersama pemerintah Kabupaten Cianjur, termasuk dinas kesehatan dan Forkompimda, di Seger Alam Puncak Cianjur.

Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol. Stephen M. Napiun SI.K., S.H., M.Hum, mengatakan dalam upaya mengantisipasi adanya penyebaran virus Covid-19 khususnya di Jawa barat termasuk di wilayah Cianjur-Bogor, Pemprov Jabar bersama sejumlah unsur terkait menggelar rapid test masif di perbatasan.

“Jadi para warga dan wisatawan termasuk pengendara yang akan ke Cianjur mesti melakukan rapid test,” ujarnya kepada wartawan Sabtu (20/6/2020).

Pihaknya berharap, badai Corona ini cepat berlalu. Termasuk sejumlah rapid tes yang dilaksanakan itu bisa membawakan hasil dan angka yang baik dalam perkembangannya.

“Baik dalam arti banyak yang negatifnya. Sehingga dengan demikian khususnya kawasan wisata di Cianjur dan Bogor ini segera mungkin bisa dibuka kembali,” tuturnya.

Selain itu, Stephen menyebutkan, tentunya dari Dinas Kesehatan maupun pemerintah daerah pun bisa menindaklanjuti jika memang terdapat hasil reaktif maupun positif Covid-19, yang nantinya langsung diamankan serta diberikan bantuan perawatan.

“Rapid test ini kita lakukan terhadap pengunjung, dan wisatawan baik roda dua maupun empat yang selama ini mereka biasanya sering terabaikan,” ujarnya.

“Jadi kami harapkan kerjasama masyarakat pun bisa bersinergi. Sehingga mereka juga bisa tahu kondisi kesehatan dan status seperti apa penanganan Covid-19 ini,” katanya.

Menurutnya, dengan adanya rapid test ini diharapkan juga masyarakat semakin sadar dan lebih melakukan pola hidup sehat. Termasuk juga kepada seluruh komunitas, insan media, dan unsur lainnya bisa menggelorakan hidup new normal ini.

“Jika nantinya kawasan wisata Puncak ini dibuka, harus dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang baik,” katanya. (dan)