Rapid Test Massal di Perbatasan Cianjur-Puncak, 23 Orang Reaktif Covid-19

DIRAPID: Warga dan pengendara di kawasan Puncak yang hendak melintas Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tim Penguji Massal Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Asep Ruhyani, menyampaikan hasil rapid test yang dilakukan Sabtu (20/6) sejak pukul 14.00 sampai 17.30 Wib di perbatasan Cianjur-Bogor, Seger Alam ini menunjukkan 23 orang reaktif Covid-19.

“Jadi dari 319 orang yang melakukan rapid test hari ini, kita sudah ambil sweb tes untuk yang reaktif 23 orang tadi. Namun itu juga belum tentu dia itu positif Covid-19. Jadi nanti hasilnya menunggu pemeriksaan PCR lebih lanjut,” terangnya kepada radarcianjur.com, Sabtu (20/6/2020) usai gelar rapid.

Ia mengatakan, dalam rapid kali ini, lebih dikonsentrasikan kepada para pendatang dari DKI Jakarta. Termasuk jika memang ada yang ingin melintas, itu wajib di rapid tes.

“Jadi semuanya diprioritaskan warga dari DKI yang hendak berkunjung ke daerah Jawa Barat,” ucapnya.

Selain itu, beberapa pedagang di kawasan Puncak Cianjur pun tak luput melakukan rapid tes. Karena menurutnya, mereka juga bisa dimungkinkan menjadi orang dalam penyebaran Covid-19.

“Sementara ini kita masih samar-samar untuk hasil rapid terhadap para pedagang tadi. Namun yang jelas, kalau misalkan ada yang menunjukkan positif, kita segera koordinasikan ke tim gugus tugas yang menangani selanjutnya di wilayah,” kata Asep.

Asep juga menjelaskan, bagi warga DKI yang tadi melakukan rapid bahkan menunjukkan hasil reaktif dan setelah disweb itu positif, maka tim gugus tugas Jabar akan berkoordinasi dengan tim dari DKI.

“Kami akan berkoordinasi dengan tim gugas DKI, yang selanjutnya mereka yang akan tangani,” pungkasnya.

Koordinator Sub Divisi Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Dedi Taufik mengatakan, pelaksanaan rapid test hari ini bersamaan juga dilakukan di sejumlah titik termasuk Seger Acianjur, Masjid Atta’awun, Gunung mas dan Simpang Danamon Bogor.

“Jadi dengan adanya rapid ini kita berupaya mengantisipasi datangnya wisatawan dari arah Jakarta menuju Bogor dan Cianjur, supaya bisa dicek kesehatannya serta potensi Covid-19,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/6/2020).

Ia menjelaskan, dalam proses rapid test itu, jika memang nanti ada hasil keluarga atau pendatang yang reaktif bahkan hasil sweb menunjukkan positif, itu akan menjalani tahapan berikutnya.

“Jadi nanti untuk penanganannya sesuai dengan protokol covid-19 yang dilakukan petugas gabungan dari provinsi serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Dedi, dengan adanya rapid seperti ini, dinilai cukup efektif. Karena memang kedatangan para wisatawan dan pengunjung termasuk juga warga di sekitar Puncak ini bisa terbilang rentan penyebaran.

“Jadi untuk hasilnya kita akan secepat mungkin bisa ada. Bahkan untuk rapid sendiri itu hanya sekitar 15 menit,” jelasnya.

Adapun unsur yang dilibatkan kata Dedi, diantaranya dari tim gugus tugas Covid-19 Jabar, Dinas Kesehatan, Polda Jabar, TNI, serta melibatkan Forkompimda yang ada di masing-masing wilayah.

(dan)