BLT dari Dana Desa di Sukaresmi Cair. Ini Penjelasan Pak Camat

Camat Sukaresmi, Firman Edi. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) dalam masa Pandemi Covid-19 saat ini, menjadi salah satu program yang wajib terealisasi kepada masyarakat melalui pemerintah desa dengan instruksi langsung pemerintah pusat.

Namun, tak segampang itu, proses administrasi yang baik menjadi salah satu syarat dalam pencairan dana yang menjadi monitoring dan rekomendasi Pemerintah kecamaran tersebut.

Camat Sukaresmi, Firman Edi mengaku, bahwa memang masih ada sepuluh desa lagi yang belum tersampaikan BLT DD kepada masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan kewenangan yang ada di para kepala desa khususnya Kecamatan Sukaresmi.

“Penyalurannya akan segera dilaksanakan, setelah sejumlah bantuan dari pemerintah mulai pusat, provinsi hingga kabupaten itu bisa secara merata terealisasi,” ujarnya kepada radarcianjur.com, Kamis (25/6/2020).

“Ini dilakukan guna tertib administrasi dan tertib data penerima bantuan di masyarakat yang belum mendapatkan bantuan Covid-19 saat ini,” sambungnya.

Terkait teknis kelancaran penyaluran bantuan BLT DD, pihaknya juga memiliki tanggung jawab dalam mengevaluasi kaitan dengan pengelolaan anggaran DD dan ADD.

“Jadi kalau ada evaluasi yang kurang baik di desa tersebut, masa harus melancarkan pencairan DD, tapi justru kami harus lebih selektif sesuai dengan ketentuan,” katanya.

Firman menyebut, masih ada 10 desa yang belum tersalurkan BLT DD tahap ke-1. Menurutnya, bukan untuk mengundur undurkan waktu, tetapi pihak kecamatan menginginkan proses administrasi di masing-masing desa itu bisa diselesaikan lebih baik dari sebelumnya.

“Jadi para kepala desa juga menginginkan penyaluran bansos dari DD itu bisa terealisasi sesuai data dan verifikasi yang sebetulnya. Tidak tumpang tindih dengan bantuan-bantuan yang ada,” ucapnya.

Lebih lanjut, Firman mengatakan, dalam merekomendasi dan memverifikasi proses serapan anggaran dana desa itu, tidak mau terjebak dan memaksakan diri untuk memproses tahapan pencairan dana desa.

“Jadi jika ada yang masih belum beres, itu harus segera diperbaiki. Jangan sampai seperti yang sebelumnya bahkan lebih buruk lagi secara administrasi dan hal lainnya,” kata Firman.

Dia menegaskan, bahwa penyaluran anggaran dana desa khususnya dalam penanggulangan Covid-19 ini, akan segera di realisasikan kepada masyarakat, sesuai apa yang diharapkan pemerintah.

“Pada prinsipnya sesuai dengan arahan, kami juga inginya sesuai dengan waktu. Tapi itu pun gimana yang dijadwalkan oleh perbankan. Yang jelas itu akan segera disalurkan sesuai aturan khususnya di masa Corona ini,” ujarnya.

Firman menambahkan, sesuai mekanisme dan harapan, memang penyaluran BLT DD ini agar tepat waktu. Namun, jika melihat dari situasi kondisi saat ini, realisasi pun secara logika bisa dilakukan di tahap selanjutnya. Asal tidak di luar Pandemi Covid.

“Pasti tetap disalurkan. Walaupun waktunya mungkin yang tidak sama. Karena bukan hanya Kecamatan Sukaresmi saja, beberapa wilayah juga ada yang belum terselesai,” imbuhnya.

Selain itu ia menyebut, bahwa baru satu desa yang telah terealisasi penyaluran BLT DD itu. Yakni Desa Cikancana, Sukaresmi.

“Kami mengharapkan unsur pemerintah di bawah pun seperti RT RW bisa sama-sama memahami dan mensosialisasikan kaitan pencairan atau penyaluran BLT DD ini kepada masyarakat lain. Jangan sampai beranggapan bahwa diundur-undur,” pungkasnya. (dan)