Pasien Semakin Banyak, Bupati Belum Tetapkan DBD KLB di Cianjur

Caption Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Dr Irfan Nur Fauzi Kasus DBD Di Cianjur Belum KLB. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Munculnya kasus DBD baru baru ini d Kabupaten Cianjur belum bisa dijadikan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Irfan Nur Fauzi mengatakakan, penetapannya hanya bisa dilakukab oleh Bupati dan hingga saat ini, belum ada informasi untuk kasus DBD saat ini akan ditetapkan menjadi KLB.

“Ini belum bisa ditetapkan sebagai KLB,” kata Irfan kepada RADARCIANJUR.com Kamis (25/6/2020).

Menurutnya imbauan ke masyarakat saat ini selain pencegahan covid-19 juga dilakukan inbauan pola hidup sehat untuk pencegahan DBD.

“Imbauan bagi masyarakat sekarang lebih pencegahan terhadap pandemi covid-19, disamping itu juga dilakukan penegahan DBD,” ujarnya

Kepala Bidang Pemcegahan dan Pengendalian penyakit masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di bulan yang sama kasus DBD di Cianjur saat ini lebih rendah.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu kasus DBD bisa dikatakan turun,” kata Yusman

Menurutnya, untuk kriteria penetapan KLB kasus yang terjadi harus naik dua kali lipat, sementara kasus DBD yang terjadi yang terjadi di Kabupaten Cianjur, tahun sebelumnya ada 300 kasus dengan angka kematian tujuh orang.

“Kasus DBD saat ini sudah mulai turun,” katanya

Lanjut Yusman, kasus DBD sama bahanya dengan kasus covid-19, karena kedua penyakit tersrbut disebabkan dari infeksi tentu bahaya.

“Kalau kasus DBD di Kabupaten Cianjur paling banyak terjadi di wilayah Cianjur utara,” pungkasnya (dil)