Geliat Penjual Jamu di Tengah Covid-19

LAYANI PEMBELI: Sriyanto (63) penjual jamu di Cianjur yang mendapatkan untung di tengah pandemi Covid-19. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Jamu merupakan obat tradisional yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia yang berbahan dasar dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang, daun-daunan, kulit batang, dan buah.

Di masa pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mencari jamu yang dipercaya dapat menjaga imunitas tubuh. Tentunya tak sedikit penjual jamu menjadi incaran. Namun, pada umumnya penjual jamu lebih didominasi kaum wanita, namun berbeda dengan Sriyanto (63) pria asal Wonogiri, Jawa Tengah yang sudah tiga tahun menjadi penjual jamu di Kabupaten Cianjur.

Dalam penjualannya, ia berkeliling seputaran Cianjur Kota dengan menggunakan roda dua. Pada pukul 5.30 WIB dirinya memulai berjualan di Pasar Jebrod dan pada sore harinya menjelang malam kembali berjualan.

Selama berjualan, dirinya membawa 20 botol jamu racikan turun temurun dengan berbagai jenis. Dari hasil jualan tersebut, ia berhasil menyekolahkan lima anaknya.

“Alhamdulillah dari hasil ini bisa menyekolahkan anak,” ujarnya kepada RADARCIANJUR.com.

Di Kota Taucho, dirinya menempati rumah kontrakan yang berada tepat di belakang Terminal Pasir Hayam bersama dengan keluarga kecilnya. Selain itu, sang istri pun turut membantu mencari pencaharian yakni berjualan bubur sumsum setiap pagi.

Pendapatannya pun cukup untuk kehidupan sehari-hari, terlebih saat masa pandemi Covid-19 banyak orang mencari jamu untuk memperkuat imunitas tubuh. Dalam sehari, pendapatan kotor yang didapat mencapai Rp350 ribu.

“Banyak yang mencari semenjak ramai Covid-19, ya alhamdulillah mas asal anak bisa sekolah dan jangan seperti saya,” tuturnya. (kim)