Plt Bupati: Pelayanan Agen E-Warong Buruk, KPM Berhak Menolak

MONITORING: Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang didampingi Pemkab Cianjur tengah melakukan monitoring. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menegaskan, terkait agen e-Warong sebagai fasilitator keluarga penerima manfaat (KPM) program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), mesti memberikan pelayanan prima. Terlebih dalam menyediakan sembilan bahan pokok (Sembako) yang selama ini disediakan bagi KPM.

“Jika memang terdapat yang kurang baik dari pelayanan Sembako di agen e-Waroeng, KPM berhak menolak. Bahkan KPM juga bisa mencari agen lain yang memberikan kualitas serta harga sesuai kesepakatan,” tuturnya kepada radarcianjur.com, usai melakukan monitoring dan evaluasi di Kecamatan Pacet, Jum’at (26/6/2020).

Herman juga menyampaikan, bahwa prinsip dasar KPM dengan e-Warong itu adalah penjual dan pembeli. Dimana bantuan sosial tersebut sebetulnya sudah ada di rekening masing-masing KPM. Dengan begitu, KPM sebagai pembeli harus sepakat dengan harga dan kualitas yang baik.

“Dalam transaksi jual beli itu kan harus sepakat. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan,” katanya.

Berdasarkan pantauan pemerintah Kabupaten Cianjur pun, kata Herman, khususnya di Kecamatan Pacet itu tidak ada permasalahan. Bahkan Herman mengapresiasi kepada para agen e-Warong yang ada, sudah bisa memberikan santunan untuk anak yatim.

“Intinya saya mengapresiasi dan insya Allah kebaikan yang telah diberikan agen e-warong disini menjadi contoh bagi agen-agen yang lain,” katanya.

Selain itu, Herman menyebut, sepanjang para penerima manfaat bisa ter-cover oleh agen e-warong yang ada, itu tidak akan ditambah kembali. Kecuali e-warongnya satu KPM nya banyak, bahkan menimbulkan penumpukan itu akan ditambah.

“Tapi untuk wilayah Cipanas dan Pacet ini masih terpantau bisa ter-cover,” imbuhnya.

Herman menambahkan, untuk jumlah penerima manfaat dalam satu e-waroeng efektifnya berkisar antara 200 hingga 300 KPM.

“Jadi jika memang nantinya dalam satu e-waroeng itu lebih dari angka yang tadi, baru kemungkinan akan ditambah,” tukasnya. (dan)