Tiga Desa di Cianjur Jadi Percontohan Berantas Narkoba

BERANTAS NARKOBA: Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur bersama dengan Pemkab Cianjur mulai serius perangi peredaran narkoba di Hari Narkotika Internasional (Hani). (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Hari Narkotika Internasional (Hani) di Kabupaten Cianjur dilaksanakan di Balai Praja Pendopo Cianjur yang turut dihadiri oleh berbagai pihak dari mulai TNI, Polri dan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

Di Kabupaten Cianjur, penyebaran serta penggunaan narkoba terbilang naik turun. Hal tersebut diungkapkan oleh Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Cianjur, Cecep Alamsyah.

Ia mengatakan, pengguna dan pengedar narkoba di Kabupaten Cianjur belum terlihat naik turun berdasarkan data yang diterimanya. Selain itu, rata-rata pengguna barang haram tersebut pun didominasi oleh usia produktif dari mulai usia 20-30 tahun.

“Yang terjadi saat ini demand ataru permintaan narkoba masih cukup tinggi, sehingga itu mendorong suplier mengimbangi permintaan tersebut. Ini menjadi tantangan bagi kita semua dan upaya-upaya penanggulangan akan dibangun dari mulai tingkat desa, karena dekat dengan masyarakat dan dapat lebih mudah terkontrol,” ujar Plh Sekda Pemkab Cianjur, Cecep Alamsyah.

Pihaknya pun terus berupaya menurunkan tren penyebaran serta penggunaan narkoba, pasalnya saat ini tren tersebut fluktuatif. Sehingga pihaknya pun berupaya dengan tegas agar benar-benar turun.

“Angkanya fluktuatif, kita upayakan trennya turun. Karena upaya kita akan lebih keras lagi kedepan agar menurunkan tren sebenarnya. Fakta-fakta di lapangan dari yang tidak terlaporkan kami perkirakan ada penurunan, tapi itu baru perkiraan dan semoga saja itu benar-benar situasi yang nyata,” terangnya.

Lanjutnya, saat ini pihak Pemkab Cianjur bersama dengan berbagai pihak seperti Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur mulai membuat desa percontohan yakni Desa Cipendawa, Maleber dan Kelurahan Sawahgede dalam upaya-upaya penanggulangan narkotika.

“Kebetulan Kabupaten Cianjur menjadi percontohan dan perhatian dari pemerintah pusat dalam upaya pencegahan narkoba yang membuahkan hasil, sehingga daerah lain mulai meniru Cianjur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Cianjur, AKBP Basuki mengungkapkan, ada tiga strategi yang akan dilakukan BNNK Cianjur yakni pencegahan dengan Polri yang dibuat secara mandiri, rehabilitasi dan membentuk tim assesment terpadu dari tim medis serta tim penegak hukum.

“Rehabilitasi ada disini nanti turut membantu tim penegak hukum akan mengetahui rekam jejak penyebaran narkoba di Cianjur,” paparnya.

Selain itu, rehabilitasi pun terdapat dua penanganan yakni rehabilitasi rawat jalan dan rawat inap. Bahkan rehabilitasi tingkat kecamatan sudah dibentuk melalui puskesmas, namun hanya rawat jalan.

“Rehabilitasi tingkat kecamatan hanya menangani rawat jalan saja atau yang ringan-ringan, sementara yang berat itu diserahkan ke kabupaten,” tutupnya. (kim)