ODGJ Dikurung 5 Tahun Akhirnya Dievakuasi

BANTU ODGJ: Yayasan Rumah Pulih Jiwa menyambangi salah satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk melakukan evakuasi. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Warga Kampung Babakan Garut, Rt04 Rw05 Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang berinisial N (29) mengalami gangguan kejiwaan berhasil di evakuasi ke Yayasan Rumah Pulih Jiwa dari rumahnya, untuk diobati lebih lanjut, Sabtu (28/6).

Pada saat akan dilakukan evakuasi oleh petugas dari Yayasan Rumah Pulih Jiwa, N sempat ngamuk dan tidak mau di bawa oleh petugas. Namun setelah dibujuk oleh tim dan kedua orangtuanya, akhirnya N berhasil dievakuasi ke Yayasan Rumah Pulih Jiwa.

Menurut Oleh (67) ayah N mengatakan, hampir ljma tahun N mengalami gabgguan kejiwaan dan hanya dirawat di rumah, tidak pernah di bawa ke rumah sakit dikarenakan keterbatasan biaya.

“Sakitnya hampir lima tahunan lah. Selama sakit hanya ri rawat di rumah,” ujarnya.

Selama sakit N hanya dirawat di kamar kecil di rumahnya dengan ukuran 5×6 meter dengan dinding terbuat dari bambu dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Untuk membiayai kesehariannya, Oleh hanya bekerja sebagai serabutan dengan penghasilan Rp10 ribu sehari.

“Mau di bawa ke rumah sakit juga tidak ada biaya. Kalau saya kerja serabutan, kerjanya pun malam, kalau ada pekerjaan biasanga paling mendapat upah Rp 10 ribu,” paparnya.

Saat ditanya mengenai bantuan baik Penerima Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan lainnya, Oleh mengaku selama ini hanya mendapatkan bantuan beras saja atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Ya kalau bantuan dari pemerintah, kalau PKH saya tidak pernah dapat. Yang saya dapat hanya bantuan berupa beras,” terangnya.

Melihat kondisi keluarga Oleh, Pembina Yayasan Rumah Pulih Jiwa, Hj. Ester Miory yang meninjau langsung rumah Oleh mengaku sangat prihatin.

“Pada hari ini (kemarin, red) kita melihat saudara kita yang mengalami hal seperti ini sungguh terenyuh. Artinya saya dengan teman-teman di Yayasan Rumah Pulih Jiwa yang baru terbentuk hitungan hari kita tidak mau diam, dengan ketulusan yang ada dan dengan mengucap bismillah kami ingin membantu,” ungkapnya.

Lanjutnya, pihaknya sudah mendengar kedala keluarga Oleh dari berbagai pihak dan telah mengetahui secara persis serta akan dikorek informasi lebih lengkap mengenai keluarga agar bisa mendapatkan bantuan.

Ia menambahkan, akan menyampaikan kepada pihak pemerintah untuk mengatasi kondisi tersebut dan turut mengajak donatur untuk membantu.

“Memang secara kasat mata kita melihat ini sesuatu yang tidak bisa dinanti-nantikan, kita hari ini berbuat, kita hari ini menghadirkan kebaikan manfaat untuk mereka, dan saya ingin ini menjadi gerakan kita bersama,” jelasnya.

Di Yayasan Pulih Jiwa langsun tanggap dengan kondisi yang ada, mereka begitu peka dengan peristiwa peristiwa sosial yang ada di sekitar.

“Putri pak Oleh ini (N) akan kami bawa ke Rumah Pulih Jiwa. Di sana, N ada teman banyak dan di sisi lain kami juga punya program bagaimana di Rumah Pulih Jiwa ini kami ingin mengantarkan orang orang yang mengalami kondisi gangguan persoalan kejiwaan,” paparnya.

Selama perawstan di Yayasan Pulih Jiwa N tidak sendiri, nantinya ia akan belajar berkomunikasi dengan pasien lainnya agar membangun dari sisi psikologinya.

“Di pulih jiwa sekali lagi ada teman temannya, terus programnya sangat bagus, artinya anak-anak sama-sama berolahraga, sama-sama sholat, kemudian makan bersama semua itu di kondusika,” tutupnya. (kim)