Protokol Kesehatan Mulai Dilupakan, Awas Gelombang Kedua Covid-19 di Cianjur

Ilustrasi New Normal

RADARCIANJUR.com – Perubahan status kondisi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke era New Normal nampaknya belum sepenuhnya dipahami masyarakat.

Pasalnya, masyarakat mulai lupa akan protokol kesehatan. Sehingga hal tersebut dianggal pemicu adanya penyebaran Covid-19 gelombang kedua atau second wave di Kabupaten Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, bisa saja Kabupaten Cianjur terjadi gelombang kedua penularan Covid-19 jika melihat dari masyarakat yang lupa akan protokol kesehatan.

“Kalau udah ada pengalaman di negara lain kemungkinan itu bisa saja terjadi. Apalagi kalau masyarakatnya belum sepenuhnya patuh dengan aturan dari pemerintah,” ujarnya.

Lanjutnya, ketidakpatuhan dan euforia berlebihan dari masyarakat yang dapat menjadi faktor utama munculnya gelombang kedua Covid-19.

“Ketidakpatuhan atau euforia yang berlebihan dari masyarakat sehingga mereka lupa dengan protokol kesehatan yang herus dijalankan,” jelasnya.

Namun bisa saja hal itu merupakan arah menuju ke Herd Immunity. Akan terapi, ia menyebutkan pihaknya tidak menganjurkan Herd Immunity karena beresiko sangat besar bagi kematian masyarakat.

“Bisa. Hanya saja kan herd immunity itu tindakan terakhir mungkin ya. Kita di bidang kesehatan tidak menganjurkan tentunya kalau menjalankan kebijakan ke arah herd immunity tentunya pasti akan ada angka kematian yang cukup besar. Walaupun nanti yang bertahan akan banyak,” tuturnya.

Sementara itu, ketidakpatuhan yang sudah terlihat di masyarakat membuat mereka yang patuh merasa sia-sia berdiam diri di rumah. Padahal terhitung kurang lebih tiga bulan anjuran di rumah saja disosialisasikan.

“Kalau gini ya saya merasa sia-sia diem di rumah tiga bulan. Buat apa? Kalau pada akhirnya Covid belum beres tapi udah pada lepas protokol,” ujar Rahma, warga Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

Ia pun mengaku merasa kasihan, terutama kepada tenaga medis yang sudah berupaya keras menangani pandemi yang berasal dari Wuhan, China itu.

“Jelas. Tenaga medis itu kan dari awal ada sampai sekarang kerja terus, gadang terus. Di Cianjur banyak juga tenaga medis yang sampai sekarang gak bisa berkumpul dengan keluarganya,” tutupnya. (kim)