Waspda! DBD Di Cianjur Capai 477 Kasus, 5 Orang Meninggal Dunia

RADARCIANJUR.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Cianjur cukup tinggi.

Terhitung hingga (1/7/2020), jumlah kasus DBD mencapai 477 kasus dengan kematian 5 orang.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Cianjur, selama Januari-Juni 2020 terjadi sebanyak 477 kasus DBD dengan jumlah kematian sebanyak 5 kasus.

Rinciannya, pada Januari terdapat sebanyak 85 kasus, pada Februari sebanyak 91 kasus dan kematian 1 kasus, pada Maret sebanyak 129 kasus dengan jumlah kematian 1 kasus, pada April sebanyak 61 kasus dengan jumlah kematian 2 kasus, pada Mei sebanyak 66 kasus dengan jumlah kematian 1 kasus, dan pada Juni sebanyak 45 kasus.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Rostiani Dewi, mengatakan kasus DBD sejak memasuki awal tahun hingga akhir Juni memang cukup merebak. Selain karena faktor iklim, perilaku masyarakat juga berkontribusi cukup besar terhadap merebaknya penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

“Selain kondisi iklim, pengaruh perilaku masyarakat juga berperan terhadap merebaknya DBD,” katanya kepada RADARCIANJUR.com (1/7/2020)

Menurutnya, sejauh ini Pemkab Cianjur belum menetapkan kasus DBD menjadi KLB

“Pada Maret jumlah kasusnya memang melonjak. Kalau kematian yang banyak terjadi pada April sebanyak 2 kasus,” katanya.

Lanjut Dewi berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya DBD.

“Upaya yang dilakukan melaksanakan 3 M Plus yakni mengubur benda-benda yang bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk aedes aegypti, menguras bak mandi secara rutin, serta menutup tempat-tempat penampungan air,” pungkasnya (dil)