20 Desa di Cianjur Tanpa Sinyal

PANEN RAYA: Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi sedang melakukan panen raya di Desa Sukasari Karangtengah Cianjur, kemarin. (Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Saat ini di Kabupaten Cianjur tercatat ada 20 desa masih blankspot atau susah sinyal. Hal tersebut cukup berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga.

“Lokasinya memang berada di pelosok dan gunung, secara nasional ada 13 ribu desa masih blankspot, di Cianjur sendiri ada 20 desa,” kata Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi saat menghadiri Panen Raya Padi di Desa Sukasari Kecamata Karangtengah Cianjur, Kamis (2/7).

Menurutnya, hal tersebut harus segera diatasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa. “Desa harus bisa bekerja ekstra keras dan cepat serta bekerja maksimal untuk menjadi pendorong dan penopang ekonomi,” ujarnya.

Budi juga menyebutkan, jika kemajuan ekonomi desa dipengaruhi oleh produk unggulan yang dihasilkan desa dalam hal ini adalah pertanian, perikanan, perkebunan serta pariwisata. “Desa Sukasari merupakan salah satu desa yang menjadi sentra utama produksi beras di Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.

Terutama saat pasca pandemi Covid-19, dunia menghadapi krisis pangan dan ekonomi sehingga muncul pelarangan ekspor makanan.

“Jadi harus bisa memproduksi tanaman pangan sendiri, harus berdikari, nah ini potensi desa harus ditingkatkan produktivitasnya,” ujarnya, seraya desa juga harus dimotivasi untuk terus produktif dan inovatif. “Desa beruntung karena hanya terdampak sedikit pandemi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukasari, Dadan Haris, mengapresiasi bantuan delapan unit mesin giling padi dari Kementerian Desa PDTT. “Saya sangat bangga sekali terharu dengan kedatangan beliau semoga pembangunan di Desa Sukasari baik dan sektor pertanian lebih maju,” katanya.

Dadan menyebutkan, ketika Wamen desa berkunjung ada catatan prioritas dan bisa memacu warga lebih produktif lagi. “Bantuannya alat pertanian mesin giling delapan unit, di sini ada Gapoktan, bantuan disesuaikan dengan kebutuhan luas tanah,” ujarnya.

Desa Sukasari sendiri mampu memproduksi padi pertiga bulan sekitar 200 ton. “Selama Pandemi kegiatan panen tak terkendala dan terus berlanjut,” katanya.(dil)