Limbah Medis Covid-19 Diangkut Jasa Transportir

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Cianjur, sampah hasil medis habis pakai dinilai semakin banyak. Pasalnya kebutuhan alat pelindung diri (APD) di bidang kesehatan dan masyarakat pun banyak diperlukan.

Akan tetapi, sampah medis tersebut tidak sembarangan dibuang. Pasalnya sampah medis terebut bisa berbahaya dan harus diangkut oleh transportir yang aman agar tidak tercecer.

“Sampah APD kita angkut sama jasa pengakutan atau disebutnya transportir. Kita bekerja sama dengan beberpa perusahaan pengangkut limbah medis. Kalau puskesmas sudah biasa melakukan itu karena sebelum Covid-19 limbah medis selalu ada,” ujar Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.

Lanjutnya, pihaknya tidak melakukan penghitungan mengenai jumlah sampah medis. Menurutnya, selama pandemi Covid-19, dalam setiap kegiatan penanganan Covid-19 hanya mencapai satu kilogram.

“Kalau tonnya kita gak ngitung. Setiap kegiatan tes rapid massal itu ada sampai satu kilo. Setiap ada kegiatan satu kilo,” paparnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya sudah membuat perjanjian dengan perusahaan pegangkut limbah medis dan limbah tersebut akan sampai di fase pemusnahan dan penguburan.

“Jadi limbah medis itu kita MoU dengan perusahaan pengangkut. Kemudian dengan perusahan yang sampai dengan memusnahkan dan membakar dan hasilnya dikuburkan di tempat yang seusai ketentuan. Tidak hanya diangkut tapi juga penguburan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, limbah medis saat ini tergolong banyak. Hal ini disebabkan, bukan hanya limbah rapid test, namun APD pun termasuk di dalamnya. Meskipun ada APD yang bisa digunakan kembali.

“Banyak. Karena han masuk bukan cuma pack rapid-nya tapi APD juga setelah selesai itu dibuang. Ada yang sekali, ada yang reuse. Kalau yang reuse nanti akan direndam dengan cairan disinfektan tertentu sehingga terutama tidak merusakan bajunya, kainnya. Tapi bisa membunuh virus yang ada di kain tersebut,” tutupnya.(kim)