Bayi Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan

RADARCIANJUR.com – Hikmah Nuraeni (1) warga Kampung Tipar RT 01/04, Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, saat ini hanya terbaring di tempat tidur

Bayi yang lahir pada 17 September 2019 ini menderita Hidrosefalus, namun pihak keluarga tidak bisa mengobatinya lantaran terhimpit dengan masalah ekonomi, selin itu ia juga tak mempunyai BPJS.

Bayi Hidrosefalus ini lahir dari pasangan Saepul dan Milah yang tinggal di rumah panggung di kawasan pelosok selatan Cianjur.

Adanya kabar bayi Hidrosefalus diterima olehPejuang Bravo Lima Jabar dan sempat mengunjungi kediaman bayi Hikmah.

Sekretaris Pejuang Bravo Lima Jabar, Jujun, merasa prihatin dengan bayi Hikmah yang lahir dari kalangan tidak mampu dan tidak mendapatkan BPJS.

Jujun melihat bahwa pasangan suami istri ini hidup prihatin dan perlu bantuan.

“Mereka tidak mempunyai BPJS, oleh karena itu orangtuanya tidak mau membawa bayi tersebut ke rumah sakit dengan alasan tidak mempunyai biaya,” katanya.

“Jangankan untuk berobat untuk makanpun mereka masih pas-pasan,” katanya.

Junjun mengatakan, rumah keluarga bayi Hikmah ini pelosok dan sangat jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

Junjun prihatin, dengan adanya fakta bahwa masih ada bayi yang menderita hidrosefalus dan tidak punya BPJS.

“Kami mengetuk hati semuanya agar membantu keluarga bayi Hikmah, agar bisa mendaptkan haknya untuk berobat,” kata Junjun.

Kepada Junjun, orangtua bayi Hikmah pun mengatakan, bahwa jarak tempuh sangat jauh mengakibatkan sulitnya membawa anaknya ke rumah sakit, belum lagi ditambah dengan biaya transportasi dan biaya berobat.

“Jarak dari tempat tinggal ke rumah sakit umum 100 kilometer, ongkosnya sekitar Rp 200, belum biaya makan dan biaya obat,” katanya.

Orangtuanya memilih merawat bayi Hidrosefalus seadanya di rumah.

“Makanya diam aja di rumah, mereka kesulitan biaya,” katanya.

Junjun pun mempertanyakan soal program Jabar Quick Respon dan Layad Rawat dan Public Safety Center.

“Saya mempertanyakan kembali program Jabar quick respon dan Layad Rawat dan Public Safety Center (PSC) 119,” katanya.

Pihaknya pun berharap bayi Hikmah bisa segera mendapat bantuan kesehatan dari pemerintah.

(dil)