4.968 Calon PPDP KPU Cianjur Dirapid Tes

DIRAPID: Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur serentak dilakukan rapid test. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sebanyak 4.968 calon Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) jalani rapid test serentak di berbagai wilayah se-Kabupaten Cianjur, Rabu (8/7/2020).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Selly Nurdiah mengatakan, rapid kali ini menyasar ke para calon petugas pemutakhiran data pemilih untuk menjalani skrining awal di 45 Puskesmas yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Ini dilakukan sebelum para petugas menjalani pemutakhiran data ke lapangan. Supaya mereka (petugas) dipastikan negatif dari penyebaran Covid-19,” kata Selly kepada radarcianjur.com, saat dikonfirmasi Rabu (8/7).

Selly menyebut, untuk hasil rapid sendiri, belum diketahui secara pasti. Karena mesti terkumpul laporan dari setiap wilayah se-Kabupaten Cianjur nanti.

“Paling nanti antara sore atau besok. Mudah-mudahan secepatnya bisa diketahui,” katanya.

Salah satu wilayah yang menjalani rapid, yakni di Kecamatan Pacet. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pacet, Muhamad Ramdhani mengatakan, pelaksanaan rapid khusus di Kecamatan Pacet ini sebanyak 216 calon anggota PPDP, yang tersebar di tujuh desa.

“Untuk rapid test memang imbauan dari KPU yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan langsung,” katanya.

Dengan adanya rapid ini, kata Dhani, sebelum para petugas PPDP turun ke lapangan, memang diharuskan rapid test dulu.

“Jadi ini merupakan antisipasi adanya penularan Covid-19, dengan teknis dibagi dua Puskesmas. Yakni Puskesmas Cipendawa oleh empat desa, dan Sukanagalih diikuti tiga desa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukanagalih, Agus Suhendar mengatakan, ini kali ke empat pihaknya melakukan rapid tes di wilayah Pacet.

Setelah sebelumnya, pernah merapid warga ODP, PDP waktu itu, kemudian di objek wisata, terus para petugas Panwaslu dan PPK, serta kini petugas pemutakhiran data yang akan segera bertugas.

“Disetiap pelaksananaan rapdi, kita menurunkan 3 tim medis, yakni diantaranya dokter, perawat, kemudian tim laboratorium, yang berkoordinasi dengan puskesmas,” katanya.

Selama menjalani rapid tes beberapa waktu kemarin, kata Agus, tidak pernah ada hasil yang reaktif. Semuanya non reaktifit.

“Jadi kalau ada yang reaktif, itu kita tindak lanjuti dengan melakukan swab. Termasuk yang bersangkutan harus melakukan isolasi mandiri selama 14 Hari di rumah,” tukasnya. (dan)