Melihat Pembuatan Tungku SBY di Desa Cibadak

Salah seorang pekerja sedang mencetak tungku SBY. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Aroma skam yang terbakar tersa menyengat, pagi itu di Kampung Ciluncat Desa Cibadak Kecamtan Cibeber.

Lima remaja tampak berada di kubangan lumpur sedang mengaduk sisa-sisa bakaran bata merah dengan tanah liat. Dengan penuh semangat lumpur dan sisa-sisa bakaran bata merah diaduk kemudian dimasukan kedalam karung lalu dibawa ke sebuah pelataran.

“Ini sudah siap untuk di cetak,” kata Nano (30) kepada Tile (35) yang kala itu sedang mencetak tanah liat bercampur abu sisa-sisa bata merah hingga berbentuk bulat.

Setiap karung tanah liat yang sudah bercampur abu bekas bakaran bata merah, dicetak hingga berbentuk bulat, itu menandakan proses awal pembuatan tungku SBY yang setiap hari diperoduksi oleh warga Kampung Ciluncat.

Lubang kecil di atas dan lubang besar dibaut pada tanah liat yang sudah berbentuk bulat, hingga selanjutnya dilakukan penjemuran dan pembakaran. Butuh waktu satu bulan untuk memproses tungku SBY dari mulain pengadukan hingga proses finising.

Salahseorang pengrajin Nano (30) mengatakan tungku tersebut disebut tungku SBY lantaran pertama kali dibuat pada era Presiden SBY.

“Saat itu ada pengalihan minyak ke gas, dan pada saat itu masih banyak warga yang belum mau menggubakan das LPG, hingga dibuatlah tungku ini,” kata Nano kepada RADARCIANIUR.com Rabu (15/7/2020) di lokasi pembuatan tunggku SBY.

Nano mengatakan, setiap tungku SBY dijual ke bandar dengan harga Rp 30 ribu per unit.

“Kalu saya jual ke bandar, kemudian oleh bandar diedarkan hingga ke luar kota,” kata Nano

Lanjut Nano, dalam satu hari ia bersama lima orang temannya mampu mencetak 50 unit tunggku SBY setengah jadi.

“Kalau hingga finis prosesnya lama, karena harus melalui penjemuran dan dan pembakaran,” katanya (dil)