Satu Keluarga Positif Korona, Diisolasi di Bumi Ciherang

Ilustrasi Positif Corona
Ilustrasi Positif Corona

RADARCIANJUR.com – Seorang tenaga medis beserta keluarganya di Kabupaten Cianjur positif Korona.

Konfirmasi positif Korona itu, setelah dilakukan swab tes secara massal oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur di beberapa titik, kepada tenaga kesehatan baik di rumah sakit maupun puskesmas.

“Awalnya dari swab test massif yang dilakukan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur di beberapa titik, dengan target semua tenaga kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas, didapati satu nakes pada salah satu puskesmas positif Covid-19, lalu kita lakukan tracking,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal kepada Radar Cianjur di Pendopo Pemkab Cianjur.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur pun langsung melakukan tracking ke keluarga nakes dan langsung melakukan rapid test. Hasil rapid test tersebut, didapati tiga orang anggota keluarga reaktif Covid-19.

Bukan hanya pihak keluarga saja yang dilakukan tracking dengan menggunakan rapid test, namun 120 orang yang berada di sekitar kediaman nakes tersebut pun turut dicek.

Tiga anggota keluarga yang tiba di Bumi Ciherang langsung dilakukan swab test, dikarenakan kondisi tiga orang reaktif tersebut masih terbilang dalam kondisi yang pas untuk memastikan hasil dari swab test.

“Dari hasil swab test didapati dua orang positif dan satu orang negatif, karena kita langsung lakukan swab itu kondisinya masuk dalam kategori Golden Periode. Sehingga, dua orang anggota keluarga dan nakes pun diisolasi di Bumi Ciherang yang ditangani oleh dokter spesialis paru-paru serta perawatan dengan memberikan obat disertai vitamin C dosis tinggi,” ungkapnya.

Dari hasil penelusuran Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, nakes tersebut terpapar dari suaminya yang berdomisili di DKI Jakarta dan saat ini menjalani isolasi di Jakarta.

“Suaminya diisolasi di Jakarta, karena domisilinya disana. Kalau pekerjaannya kita kurang tahu. Jadi total positif dengan sebelumnya berjumlah delapan orang,” tuturnya.

Ia menambahkan, kasus ini tidak merubah status zona di Kabupaten Cianjur. Pasalnya, bukan masuk dalam kasus cluster Covid-19.

“Kalau status zonanya masih tetap, karena bukan kasus cluster. Kecuali terpaparnya sampai satu Rw, itu bisa merubah jadi zona merah,” terangnya. (kim)