Taiwan ICDF Berikan Bantuan Kelompok Tani Cianjur

Penyerahan Bantuan dari Taiwan ICDF diwakili oleh Moh Gwo Jong (ke empat dari kanan), kepada Ketua Kelompok Tani Pak Santoso (Kesatu dari kiri) yang dihadiri oleh Kepala Desa Cipanas, Nyanyang Kurnia Sanusi (ke lima dari kiri).

RADARCIANJUR.com – Taiwan ICDF memberikan bantuan covid-19 berupa sarana produksi pertanian senilai Rp.474,600,000 selama masa pandemi kepada kelompok tani yang berlangsung di Kelompok Tani “MANDIRI”, Desa Sindanglaya dengan tujuan untuk dapat meningkatkan produksi pertanian.

Penyerahan bantuan Covid-19 yang berupa sarana produksi pertanian diberikan langsung oleh Kepala Taiwan ICDF, Moh Gwo Jong secara simbolis dan disaksikan oleh Kepala Desa Cipanas, Nyanyang Kurnia Sanusi, dan untuk menghindari kerumunan massa, penyaluran bantuan ini hanya dihadiri beberapa petani saja.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cipanas, Nyanyang Kurnia Sanusi menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan Taiwan ICDF yang memberikan bantuan berupa sarana produksi pertanian dalam upaya meringankan beban para petani yang terkena dampak pandemic covid-19 dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

“Semoga dengan kerjasama yang baik antara Taiwan dan Indonesia dapat menghasilan produk yang berkualitas bagus, saya berharap di masa yang akan datang dapat memudahkan dalam membuka pasar, juga kepada para pengurus yang lain untuk tidak lelah dalam membangun kerja sama ini serta bagi para petani untuk lebih rajin, gigih dan telaten,” katanya.

Kepala Taiwan ICDF, Moh Gwo Jong dalam sambutannya menghimbau, kepada para petani untuk selalu mengikuti protokol kesehatan yang telah di buat oleh pemerintah. Petani tidak melakukan kegiatan berkumpul dan selalu jaga jarak agar bisa memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Moh Gwo Jong juga menambahkan, proyek kerjasama ini merupakan proyek yang cukup panjang selama 40 tahun, berawal dari Daerah Jawa Timur, Jawa Tengah dan sekarang di Daerah Jawa Barat. Tidak lupa juga ungkapan terima kasih yang diberikan kepada para petani yang tetap dan masih mau bekerja meskipun dimasa pandemic covid-19, karena dampaknya dirasakan tidak hanya di sector industri dan perkantoran saja akan tetapi sector pertanian pun ikut terdampak.

“Saya senang karena proyek ini telah melalui beberapa periode selama 40 tahun, walaupun pandemi belum selesai saat ini, petani jangan sampai berhenti menyediakan sayur, karena di desa ini tanah nya bagus, saya sangat mengapresiasi kelompok tani yang telah bersedia menerima bantuan ini, saya juga berharap melalui bantuan ini para petani melalui kelompok-kelompok taninya dapat menghasilkan bahan pangan yang berkualitas,” pungkasnya.

(rls/ars)