Enam Desa di Cibeber Kekeringan, Ini Penyebabnya

KERING: Warga bertahan di tengah kekeringan dengan memanfaatkan aliran air yang ditampung. (Foto:Hakim/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Kekeringan kembali melanda enam desa yang dialiri air Sungai Cikondang Cibeber Cianjur. Penyebabnya aliran irigasi dari Sungai Cikondang kering karena bendungan hancur akibat banjir bandang.

Hingga akhirnya dilakukan penanganan oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat, dengan membuat sodetan air menggunakan bronjong. Namun hal tersebut tidak bertahan lama, sodetan untuk mengarahkan air ke saluran irigasi pun kembali jebol.

Selain itu, kondisi panas berkepanjangan selama kurang lebih dua bulan pun membuat sumur warga kekeringan. Kekeringan pun dirasakan enam desa, yakni, Desa Cisalak, Sukaraharja, Sukamaju, Mayak, Cibaregbeg dan Desa Cimanggu.

Beberapa warga pun berinisiatif melakukan pembendungan air yang sedikit mengalir untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Akan tetapi, air tersebut tidak bisa untuk diminum dan untuk kebutuhan masak.

Dedih (60) warga Kampung Cisalak Hilir Desa Cisalak Kecamatan Cibeber mengungkapkan, kekeringan yang melanda Desa Cisalak sudah terjadi sekitar dua bulan. “Sudah dua bulan kekeringan, sumur pun tidak ada air. Jadi kita memanfaatkan air kolam yang dibuat dari hasil swadaya masyarakat sekitar,” ujarnya.

Bahkan, untuk minum pun warga membeli air galon. Dirinya pun bersama warga lainnya berharap pemerintah setempat bisa tanggap. “Kita berharap ada tanggapan dari pemerintah setempat. Kalau dari pihak desa dan kecamatan belum ada yang datang,” tuturnya.

Sodetan yang berada di bendungan Cikondang dengan biaya fantastis tersebut memang sudah runtuh, hanya bendungan kecil sebagai upaya dari pihak pembangun untuk mengaliri irigasi dengan menggunakan mesin pompa air

Sementara itu, Kades Cisalak, Iwan Holilurohman mengatakan, saat ini pihaknya sudah membuat sumur bor sedalam 50 meter untuk kebutuhan warga. “Kita sudah upayakan sumur bor yang dibuat sedalam 50 meter di tiga titik dan baru satu titik yang selesai,” jelasnya.(kim)