Pengakuan Suami Si Penjual Istri Dari Cianjur: Threesome sambil Divideokan Dibayar Rp200 Ribu

EY (48) pelaku penjual istri saat dimaankan di Mapolres Cianjur bersama tersangka pencabulan lainya. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – EY (48) tega menjual istrinya HP (51) kepada pria hidung belang karena permasalaha ekomonomi.

Pria yang sehari-hari berpofesi sebagai pedadang mie ayam di wilayah Kecamatan Karangtengah ini sudah lebih dari enam bulan merelakan istrinya untuk melayani nafsu birahi para lelaki hidung belang lantaran ia sudah tak bisa lagi menutupi kebutuhan ekonomi keluarganya.

“Saya tak pernah paksa istri saya, dianya juga mau, karena alasanya untuk membantu ekonomi suami,” kata EY kepada RADARCIANJUR.com (20/7/2020) di Mapolres Cianjur.

EY mengaku selain dijual untuk melayani pria hidung belang, ia juga sempat berhubungan badan dengan istri dan pelangganya.

“Waktu itu berhubungan badan tiga orang, istri saya dibayar Rp 200 ribu, sempat juga divideo tapi sekarang udah dihapus,” ujarnya

EY mengatakan ia menjual istrinya melalui media sosial meechat sejak sejak akhir tahun 2019 dengan tarif mulai dari Rp 200 hingga Rp 400 ribu.

“Pelangganya hampir semua orang Cianjur,” katanya

Diberitakan sebelumnya, demi mendapatkan uang, EY (48) seorang lelaki asal Cianjur, tega menjual diri istrinya kepada lelaki hidung velang melalui aplikasi meechat.

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan satuan Reserse Kriminial Polres Cianjur telah membongkar praktik busuk seorang suami yang tega menjual istrinya ke hidung belang melalui online itu

“Praktik perdagangan manusia ini terbongkar pada 16 Juli 2020 beberapa hari lalu berkat kinerja timsus Satreskrim Polres Cianjur,” kata Kapolres kepada RADARCIANJUR.com (19/7/2020)

Kapolres mengatakan dalam aksinya tersangka mempromosikan korban dengan mengunggah foto-foto istrinya di aplikasi. Jika ada yang berminat kemudian berkomunikasi lewat aplikasi, kemudian ketika pelanggan setuju dibawa ke penginapan untuk melayani pelanggan.

“Untuk tarif, tersangka mematok harga Rp 400 ribu, dari tarif itu tersangka meminta potongan keuntungan sebesar Rp 100 ribu setiap kali kencan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Anton memaparkan dari tersangka pihaknya mengamankan barang bukti dua buah ponsel, uang senilai Rp 400 ribu, dua kondom, dan KTP tersangka.

“Tersangka diancam pidana Pasal berlapis, pasal 2 dan atau pasal 10 UU RI 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.(dil)