Deklarasi Pemekaran Cisel, Pengamat Politik: Momentum Dulang Suara

Pemekaran Cianjur

RADARCIANJUR.com – Jika melihat dari perspektif politik terkait adanya deklarasi pemekaran Cianjur Selatan beberapa waktu lalu, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Suryakencana Cianjur, Dedi Mulyadi menilai, hal tersebut bisa menjadi momentum yang dimanfaatkan untuk kemudian dijadikan salah satu lumbung suara di wilayah Selatan Cianjur di Pilkada nanti.

“Kalau bagi incumbent itu kan memiliki kepentingan. Salah satunya adalah untuk mendulang suara di Pilkada nanti,” kata Dedi kepada radarcianjur.com, belum lama ini.

Maka dengan momentum tersebut, menurut Dedi, menjadi penting jika berbicara dengan perspektif politik terutama bagi petahana. Karena di Cianjur Selatan itu juga selama ini merupakan salah satu suara yang cukup sulit diraih.

Sebab di sana pemilihnya masih bersifat ideologis. Berbeda dengan di wilayah lain yang sudah rasionalis.

“Jadi jika di Cianjur Selatan ini dijadikan salah satu cara berpolitik Pilkada, maka petahana kemarin itu menjadi salah satu cara pendekatan untuk mendulang suara nanti,” katanya.

Selain itu, Dedi menyebut, jika dilihat dari perspektif sosial tentang adanya pengesahan pemekaran kemarin, bisa terbagi dua nilai pendekatan. Yakni pendekatan positif dan potensi kerugian. Artinya, bahwa dengan dilakukannya pemekaran, masyarakat ingin leluasa memberdayakan alam dan potensinya terutama yang nanti dimekarkan di daerah tersebut.

“Kan di Cianjur Selatan juga selama ini memiliki potensi yang sangat luar biasa, yang belum bisa dinikmati semuanya. Maka ke depan itu menjadi salah satu keuntungan, ketika pengelolaannya maksimal,” katanya.

Namun kemudian jika dilihat dari potensi kerugian yang bisa ditimbulkan dari adanya pemekaran tersebut, salah satunya adalah sejumlah potensi di masing-masing daerah atau desa yang nantinya saling klaim.

“Kalau dari desa satu ke desa lain memiliki potensi yang berbeda, maka itu bisa berpotensi menimbulkan konflik. Maka dari itu harus sangat diantisipasi oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, menurut Dedi, bahwa adanya eforia masyarakat Cianjur Selatan yang akan dimekarkan itu harus dimaknai positif. Artinya evoria ini harus dikelola sedemikian rupa sehingga bisa menghasilkan sebuah kenyataan yang mendorong stimulus agar betul-betul Cianjur Selatan menjadi kota atau Kabupaten yang diidam-idamkan.

“Jadi intinya harus bekerja sama dengan semua pihak. Seperti masyarakat, tokoh agama dan pemerintah daerah. Sehingga menjadi potensi yang kontraproduktif dan menjadi konsen semua pihak,” pungkasnya. (dan)