Bikin Bingung, Ada Tiga Kepengurusan Karang Taruna di Cianjur

Penggugat Cece Saepuloh didampingi kuasa hukum OK Joesli dan rekan. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianju

RADARCIANJUR.com – Ditengah perseteruan karangtaruna Kabupaten Cianjur kubu KLB 1Cece Saepuloh, dan KLB 2 Mudrikah, kini muncul Karang Taruna KLB 3.

KLB 3 muncul saat Cece Saepuloh yang mengajukan banding melawan Plt Bupati Cianjur dalam kasus perdata Karang Taruna, kini muncul temu karya luar biasa (TKLB) yang membentuk kepengurusan baru Karang Taruna.

Hal tersebut menjadikan Karang Taruna di Cianjur kini ada tiga kepengurusan. Pertama versi Mudrikah TKLB 2 Sindangbarang, versi Cece Saepuloh TKLB 1 Sukanagara, dan terkahir TKLB 3 Cianjur versi Hendi Mulyana.

Munculnya TKLB 3 di tengah perseteruan di meja hijau antara TKLB 1 dan TKLB 2, dianggap kurang etis oleh pengacara TKLB 1.

Kuasa hukum TKLB 1Gilang Arvasendra SH mengatakan, pihaknya saat ini telah mendapatkan memori banding dari Pengadilan Negeri Cianjur terkait kasus perdata tersebut. Seyogyanya semua pihak menghormati terlebih dahulu proses hukum yang sedang ditempuh.

“Kami baru saja mendapat memori banding, sebagai syarat untuk melawan di Pengadilan Tinggi Bandung,” ujar Gilang di kantor hukum OK, kepada RADARCIANJUR.com Kamis (23/7/2020).

Gilang mengatakan, telah mengajukan memori banding pada 22 Juli kepada Pengadilan Negeri Cianjur untuk diperiksa kasus perdata di pengadilan Tinggi Bandung.

“Secara umum di Pengadilan Negeri Cianjur sudah diputus karena merasa tak puas kami mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi Bandung,” katanya.

Ia mengatakan, permohonan memori bandinh sudah diterima oleh pihak Pengadilan Negeri Cianjur.

Gilang mengatakan, agar semua pihak taat, jangan sampai membuat gaduh proses hukum yang sedang berjalan.

“Adanya kepengurusan karang taruna yang baru seperti membuat masalah di tengah permasalahan yang belum selesai. Landasan hukumnya kami tak mengerti, apakah kepengurusan karang taruna Jabar mengetahui atau tidak,” katanya.

Terpisah, Hendi Mulyana yang terpilih sebagai ketua dalam TKLB 3 mengatakan bahwa temu karya yang dilakukan pihaknya terjadi sebelum penggugat mengajukan banding.

“Dalam Permensos itu tak ada TKLB 1,2, dan 3, yang ada hanya temu karya dan temu karya luar biasa. Kami mengadakan TKLB sebelum penggugat melakukan upaya banding,” kata Hendi.

Hendi yang juga sebagai kuasa hukum TKLB 2 versi Mudrikah, mengatakan ia sudah mengetahui bahwa gugatan yang diajukan TKLB 1 versi Cece Saepuloh akan ditolak oleh Pengadilan Negeri Cianjur.

“Seharusnya gugatan dilayangkan ke PTUN,” katanya.

Ia mengatakan Pengadilan Negeri Cianjur telah memberikan putusan sela, sepengetahuannya putusan sela tak bisa banding.

“Tapi kami hormati upaya hukum penggugat, itu menjadi hak mereka,” katanya.(dil)