Sekolah Wajib Terapkan Tiga Pilar Budaya Kabupaten Cianjur

KUNJUNGAN: Tiga pilar budaya yakni Ngaos, Mamaos dan Maenpo sudah diperdakan oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sebagai upaya melestarikan kebudayaan asli Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com –Langkah perjuangan dalam menetapkan peraturan daerah (perda) mengenai tiga pilar budaya Kabupaten Cianjur yakni Ngaos, Mamaos dan Maenpo oleh segenap Himpunan Wargi Cianjur (HWC) membuahkan hasil.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman sudah mengeluarkan Perda dengan Nomor 10 Tahun 2020.

Implementasi dari Perda tersebut yakni dimulai dengan kegiatan kebudayaan yang dimulai di Pendopo Pemkab Cianjur seperti kegiatan Ngaos atau mengaji akan dilakukan setiap malam jumat, Mamaos dilakukan setiap malam kamis dan Maenpo pada malam minggu.

“Alhamdulillah tiga pilar budaya Kabupaten Cianjur sudah diperdakan dengan Nomor 10 Tahun 2020, tinggal nantinya implementasi yang dimulai dari Pendopo Pemkab Cianjur lalu ke setiap sekolah,” ujar Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Tidak hanya diterapkan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Cianjur, namun nantinya akan diwajibkan di lingkungan pendidikan. Pemberlakuan tersebut akan diterapkan secara perlahan, namun dirinya akan mensegerakan.

“Harus segera, nanti bukan ekskul di sekolah tapi wajib atau muatan lokal. Karena ini sebagai bentuk menjaga budaya yang ada di Kabupaten Cianjur,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wargi Cianjur (HWC), Raden Sulaeman mengatakan, dirinya sangat bersyukur atas Perda mengenai tiga pilar budaya yang sudah disahkan.

“Tentunya kita sangat bersyukur atas tiga pilar budaya yang sudah diperdakan dan tinggal nanti diimplementasikan ke setiap unsur masyarakat Cianjur. Sehingga tiga pilar budaya tetap lestari dan kita jaga bersama-sama,” ungkapnya.(kim)