Dampak Kekeringan di Cibeber Semakin Parah, Ini Kata Camat

KERING: Warga bertahan di tengah kekeringan dengan memanfaatkan aliran air yang ditampung. (Foto:Hakim/Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Jebolnya bendungan Sungai Cikondang berdampak cukup parah ke warga kurang lebih sembilan desa, seperti Desa Cisalak Kecamatan Cibeber.

Beberapa warga pun menggunakan air bendungan yang sudah dibuat oleh warga sekitar untuk mencuci baju dan mandi dengan kondisi yang cukup kotor. Sementara untuk minum dan masak, air dibeli dari warung.

Ketua Rt 01 Rw 06 Desa Cisalak, Bece mengatakan, keringnya aliran irigasi tersebut diakibatkan dua faktor yakni faktor kemarau dan juga proyek.

“Sebagian akibat kemarau, sebagian lagi akibat dari pembangunan bendungan juga. Iya airnya kotor, di ujung banyak pembuangan. Tapi bagaimana lagi, airnya kan diperlukan,” ujarnya.

Menanggapi wilayahnya terdampak kekeringan dan juga terkena dampak jebolnya irigasi Sungai Cikondang, Camat Cibeber, Ali Akbar menjelaskan, memang sodetan yang sebelumnya dibuat jebol dan aliran air irigasi ke sembilan desa kembali terganggu.

“Kami sudah berupaya bersama-sama dengan Forkopimcam untuk mengundang pelaksana tersebut agar ada upaya untuk mengaliri irigasi tersebut ataupun upaya-upaya lainnya,” terangnya.

Lanjutnya, jika memungkinkan, akan disiapkan penyaluran air bersih yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur. Selain itu, dirinya pun mengimbau kepada masyarakat untuk beralih sementara dari menanam padi ke tanaman yang tidak terlalu memerlukan air banyak.

Sementara itu, Koordinator SUP Cikondang-Cisokan, Hendro Mustopa mengungkapkan, penyebab utama bisa jadi karena pembangunan proyek bendungan yang tengah dilaksanakan.

“Kami telah berupaya untuk membangun perintik baru, namun hanya bertahan empat jam tapi hancur oleh banjir bandang,” terangnya.

Pihaknya pun mencoba mengupayakan dengan pompa air setelah disepakati dengan Forkopimcam. Ia pun meminta bersabar kepada masyarakat mengenai proses pengaliran air ke sembilan desa ini. (kim)