Soal Perawat Dipecat Sepihak, Dewan Panggil RSUD Cianjur

AUDIENSI: Pihak RSUD Sayang dan pihak perawat mendengarkan keterangan dari Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com -Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur memanggil pihak RSUD Sayang, Perawat RSUD Sayang dan Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Cianjur. Pemanggilan ini terkait untuk dimintai keterangan dari ketiga terkait kasus pemutusan hubungan kerja sepihak salah satu karyawanya.

Pertemuan yang digelar di ruang Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur Jalan KH Abdullah Bin Nuh ini tidak dihadiri, pihak RSUD Sayang serta perawat yang jadi korban PHK.

Kedua belah pihak hanya diwakili oleh kuasa hukum masing-masing. Namun pihak Irda Kabupaten Cianjur tetap datang tanpa diwakili untuk memberikan keterangna hasil dari pemeriksaan kedua belah pihak sebelumnya.

“Sangat disayangkan sebetulnya ya kedua belah pihak tidak datang, kita ingin semuanya selesai. Irda juga sedang membuat penelitian, sementara ini yang bersangkutan tidak terdaftar sebagai anggota partai,” kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur, Isnaeni.

Dia mengatakan, pada pertemuan tersebut mendengarkan keterangan dari Irda Kabupaten Cianjur mengenai kronologis kejadian yang ramai dibicarakan. Namun pihaknya menyayangkan ketidak hadiran kedua belah pihak yang hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.

Lanjutnya, pihaknya pun menanti surat rekom dari Irda Kabupaten Cianjur yang memiliki dua opsi yakni menerima atau tidak. “Harapan kita sih ini selesai ya, supaya tidak jadi preseden buruk. Jangan sampai jadi persoalan Cianjur secara keseluruhan dan cukup sekali ini saja,” tutupnya.(kim)