Terbatas Fasilitas Daring, Guru di Cianjur Ini Datangi Murid

DATANGI MURID: Keterbatasan tidak menghalangi guru MI Hidayatul Falah untuk memberikan pembelajaran kepada murid. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Kegiatan belajar mengajar (KBM) yang ada di Kabupaten Cianjur belum dibuka. Rencananya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan membuka hanya untuk 16 kecamatan yang ada di selatan. Sementara daerah lainnya belum mendapatkan izin, dikarenakan masih dalam zona biru.

Wilayah yang belum melaksanakan KBM secara tatap muka, terpaksa harus melakukan KBM melalui dalam jaringan (daring) atau online. Akan tetapi, pelaksanaan daring tidak semua murid bisa melakukan. Pasalnya masih ada saja murid bahkan guru yang kesulitan dengan terbatasnya fasilitas maupun jaringan.

Seperti halnya di Kampung Cilemat Rt4 Rw3 Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon yang melakukan pembelajaran di kediaman salah satu murid dengan protokol kesehatan.

“Sudah dua minggu berjalan. Alasannya mengadakan pembelajaran langsung karena di kelas hanya satu murid yang memiliki ponsel, jadi saya datangi dan lakuan pembelajaran di salah satu rumah murid tapi tetap dengan protokol kesehatan seperti menjaga jarak,” ujar Guru MI Hidayatul Falah, Chintia Fransisca.

Selain itu, waktu pembelajaran pun dibagi dua yakni sesi pertama pada pukul 9.00-10.00 WIB dan sesi kedua pukul 10.00-11 WIB.

“Maksimal kan satu jam belajarnya, kita bagi dua dengan membatasi murid yang belajar yakni maksimal lima orang yang tentunya jaga jarak sesuai protokol kesehatan,” ungkapnya.

Akan tetapi, meski dilakukan KBM secara tatap muka, ada saja kendala yang harus dihadapi. Seperti tidak adanya fasilitas penunjang untuk pembelajaran salah satunya papan tulis.

“Harapannya ingin segera dibuka dan normal kembali,” harapnya. (kim)