Puluhan Korban Perumahan Bodong Lapor Polisi, Sambil Bawa Barang Bukti Kwitansi

PARA KORBAN: Perwakilan dari puluhan korban penipuan perumahan bodong, kembali datang ke Polsek dan menunjukan surat pernyataan hasil dari penyidik. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejumlah perwakilan korban dari kasus penipuan perumahan bodong yang berada di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur kembali datang ke Mapolsek Pacet, Rabu (5/8/2020).

Koordinator korban, Dian Suryana (34) menuturkan, setelah beberapa waktu lalu pihaknya melakukan pelaporan ke Polsek Pacet, hari ini pihak penyidik mengharapkan kepada konsumen untuk memberikan kuitansi asli sebanyak sepuluh orang atau korban.

“Kami disuruh memberikan kuitansi asli sebanyak sepuluh dari para korban sebagai salah satu barang bukti untuk berlanjut nanti ke pengadilan,” katanya saat ditemui di Mapolsek Pacet, Rabu (5/8/2020).

Kuitansi yang diberikan, ujar Dian, yakni atas bukti pembayaran DP dari pihak konsumen ke pengembang waktu itu.

“Jadi kuitansi dari pengembang itu diberikan kepada kami dari seseorang bernama Irfan sebagai marketing. Sekalian juga kita ambil surat pernyataan hasil dari penyidik,” ujarnya.

Para korban berharap, ke depannya semua korban ini bisa kembali uang. Jika memang harus diganti dengan perumahan, pihaknya menegaskan sudah tidak mau lagi.

“Karena kami sudah terlalu capek kang menunggu selama dua tahun tidak ada kejelasan sampai sekarang. Insya Allah kita juga kedepannya akan naikin kasus ini ke perdata,” tukasnya.

Kanit Reskrim Polsek Pacet AKP Irwan Alex mengatakan, adanya sejumlah kasus penipuan akhir-akhir ini kemungkinan disebabkan karena faktor orang-orang yang mudah percaya dengan iming-iming cicilan atau pembayaran murah.

“Jadi saya imbau kepada seluruh warga, agar tidak mudah tertipu dengan janji manis para oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga kasus seperti ini tidak banyak terulang,” katanya.

AKP Irwan menyebut, luas tanah yang rencananya akan dibuat perumahan tersebut sekitar empat hektar. Namun itu pun masih dalam proses yang belum pasti.

“Kalau secara pasal yang diterapkan kepada para tersangka yakni pasal 378 tentang penipuan. Dengan ancamannya kurungan penjara hingga empat tahun,” kata AKP Irwan. (dan)