Ambruk Tiga Bulan Lalu, Warga Sukaresmi Bangun Swadaya Jembatan Bojong

DIBANGUN: Warga Kecamatan Sukaresmi bangun jembatan seadanya berbahan kayu secara swadaya. Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Warga di Kecamatan Sukaresmi tadinya sangat berharap ada perbaikan lebih layak jembatan yang telah roboh sekitar tiga bulan lalu di Kampung Bojong Desa Ciwalen Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur.

Meskipun kini, masyarakat di wilayah tersebut telah berusaha gotong royong memperbaiki jalan dan jembatan secara swadaya dengan menggunakan bambu. Hal itu dikarenakan keterbatasan materi.

Salah seorang warga setempat, Udin (50) mengatakan, jembatan yang roboh beberapa bulan lalu itu, karena telah lapuk. Secara swadaya warga memperbaikinya dengan alat dan material seadanya.

“Ini kan supaya melancarkan perekonomian warga. Kalau lah tidak ada perbaikan terus dari pemerintah, gimana akses masyarakat sekitar. Pasti akan terus terhambat,” katanya.

Kepala Desa Ciwalen, Abdul Rohman menjelaskan bahwa jembatan itu menghubungkan dua desa yakni Desa Ciwalen dan Kawungluwuk di Kampung Bojong. Bahkan, diakui Rohman, begitu ia disapa, robohnya itu sekitar 4 Mei 2020 lalu akibat abrasi.

Kontruksi jembatan sudah rapuh ditambah hantaman arus deras Sungai Ciwalen, kata Rohman, mengakibatkan fisik jembatan ambruk.

“Jembatan tersebut panjangnya sekitar 20 meter, lebar 4 meter dan tinggi 6 meter. Pasca jembatan roboh aktivitas warga seperti jalur angkutan hasil bumi, dan aktivitas warga dua desa terhambat,” ujarnya.

Diakuinya, untuk dapat melintas masyarakat setempat membuat jembatan sasak yang terbuat dari bambu. Sehingga pihaknya sangat membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten, provinsi atau pusat untuk membantu perbaikan jembatan guna melancarkan perekonomian rakyat.

“Kontruksi jembatan Bojong di bangun sekitar tahun 1971, putusnya jembatan telah dilaporkan ke instansi terkait seperti PUPR, dan DPRD Cianjur. Kami pun khawatir jika dibiarkan lama, jembatan yang kini hanya disangga menggunakan bambu akan semakin amblas dan membahayakan warga,” tandasnya. (dan)