Plt Bupati Ajak Jaga Tiga Pilar Budaya Cianjur

UNJUK GIGI: Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman membuktikan komitmennya mengenai pelestarian tiga pilar budaya Kabupaten Cianjur yakni Ngaos, Mamaos dan Maenpo. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Bale Prayoga di lingkungan Pendopo Kabupaten Cianjur digeruduk penggiat dan praktisi Mamaos serta Maenpo dari beberapa paguron yang ada di Kabupaten Cianjur pada Sabtu (8/8) malam, namun kedatangan tersebut bukan dalam rangka unjuk rasa.

Melainkan pembukaan mengenai tempat yang akan digunakan sebagai kegiatan tiga pilar budaya Cianjur. Hal tersebut sebagai tindaklanjut dari disahkannya Peraturan Daerah (Perda) tiga pilar budaya yakni Ngaos, Mamaos dan Maenpo.

Pada kesempatan tersebut turut dihadiri oleh Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman beserta organisasi perangkat daerah (OPD) dan turut menyaksikan penampilan dari penggiat Maenpo Cianjur yang rata-rata masih berusia belia. Sontak atraksi serta jurus yang ditampilkan menimbulkan decak kagum tamu undangan yang hadir termasuk Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

“Ini adalah salah satu bentuk komitmen bahwa tiga pilar budaya bukan hanya pentas saja, tapi yang paling penting adalah implementasinya diawali dari pendopo dan akan diboomingkan di seluruh Kabupaten Cianjur. Insya allah minggu depan bisa didengar oleh masyarakat di Radio Cianjur FM,” ujar Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Lanjutnya, tiga pilar budaya merupakan warisan leluhur yang haru dijaga, orang nomor satu di Kabupaten Cianjur ini pun khawatir jika tiga pilar budaya ini punah. Maka dari itu dirinya langsung memperdakan tiga pilar budaya yang sebelumnya diperjuangkan berbagi pihak yang dimotori Himpunan Wargi Cianjur (HWC).

“Nantinya siapapun pemimpin di masa yang akan datang tetap melestarikan budaya yang sudah turun temurun ini dan ini bentuk implementasinya,” ungkapnya.

Selain itu, ia pun meminta kepada setiap OPD untuk mendukung tiga pilar budaya ini. Terlebih nantinya akan digalakkan kembali mengenai Rebo Nyunda atau setiap hari Rabu dibiasakan dengan tradisi Sunda dari mulai bahasa dan berpakaian.

“Perbupnya kan sudah ada, kita akan kembalikan lagi tradisi Rebo Nyunda dari mulai berbahasa Sunda hingga menggunakan pakaian khas orang Sunda,” paparnya.

Di sisi lain, mengenai tidak dilakukannya Rebo Nyunda, pihaknya akan memberikan imbauan sebagai langkah awal agar bisa diterapkan kembali.

“Kalau sanksinya belum ya, paling kita imbauan terlebih dahulu jadi nanti setiap rapat-rapat atau aktifitas di hari Rabu berbahasa Sunda,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Wargi Cianjur (HWC), Raden Sulaeman mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih telah dipersilahkannya kegiatan tiga pilar budaya dilaksanakan di lingkungan Pendopo Kabupaten Cianjur sebagai bentuk implementasi dari disahkannya Perda tiga pilar budaya.

“Yang pastinya saya atas nama keluarga besar Himpunan Wargi Cianjur sangat berterimakasih atas dipersilahkannya kegiatan tiga pilar budaya dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Cianjur oleh bapak Bupati Cianjur, selain itu tiga pilar budaya ini tentunya akan kita jaga dan lestarikan seperti apa yang disampaikan pak bupati,” jelasnya.

Ia menambahkan, dirinya bersama pelestari tiga pilar budaya Kabupaten Cianjur tetap kosisten dan komitmen dengan apa yang sudah diperjuangkan selama ini hingga tiga pilar budaya disahkan dalam Perda.

“Tentunya harus kita jaga dan lestarikan, karena jika kita melihat ke belakang mengenai tiga pilar budaya ini begitu berarti serta harus dijaga sebagai warisan untuk anak cucu kita kelak,” tegasnya. (kim)