KBM Tatap Muka di Cianjur Selatan Terancam Dikaji Ulang

DISWAB TEST: Sebanyak 36 karyawan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat menjalani swab test. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com– Terpaparnya nyonya N salah satu staf Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jawa Barat berdampak kepada pelayanan. Jika hasil swab test berpotensi adanya penyebaran, maka kemungkinan KCD Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jabar akan ditutup.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, pihaknya masih menunggu hasil dari swab test dari labkesda. Apabila ada beberapa karyawan atau staf terkait langsung, maka kemungkinan akan ditutup.

“Apabila ini ada beberapa yang terkait langsung dengan penyebaran nyonya N, terpaksa kami akan tutup kantor ini. Tapi jika masih bisa diatasi, potensi tidak menyebar maka pelayanan tetap akan dibuka,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses karantina pun tidak dilakukan di Vila Bumi Ciherang dikarenakan jarak tempuh dan lokasi yang terlalu jauh. Selain itu, mengingat jumlah yang dikarantina pun banyak.

“Disini kan ada 36, kalau dibawa kesana terlalu jauh serta koordinasi untuk pengangkutan lain-lain perlu pengawalan khusus. Kalau hanya satu dua masih bisa kita bawa kesana,” jelasnya.

Selain itu, bukan hanya KCD Pendidikan Wilayah VI Provinsi Jabar saja yang berdampak. Pembukaan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada tanggal 18 Agustus 2020 mendatang turut berdampak karena akan dikaji ulang.

“Kita masih menunggu hasil dari swab test, jika hasilnya berpotensi adanya penyebaran kemungkinan akan kita tinjau kembali KBM secara tatap muka,” tutupnya. (kim)