Beredar Lagi Rekaman Percakapan Bos Arisan Bodong dengan Para Ketua, Begini yang Diucapkan…

RADARCIANJUR.com – Rekaman percakapan antara bos arisan bodong dengan para ketua beredar kembali di sejumlah grup Whatsapp dan pesan berantai beberapa waktu kemarin.

Termasuk juga yang kini didapat RADARCIANJUR.com terkait obrolan yang membicarakan keluh kesah dan tanggapan dari terduga pelaku arisan murah nan bodong yakni A di Limbangansari, Cianjur itu.

“Ke semua ketua, harus tetap bersabar. Jangan pada egois. Ibu telpon tuh akan tanggungjawab di depan kalian semua. Walaupun ibu belum bisa berkumpul di tengah-tengah kalian, ibu masih mantau kalian semua,” ucap A dalam penggalan percakapan yang diterima RADARCIANJUR.com, Rabu (12/8).

Selain itu, A (bos arisan bodong) menyampaikan, bahwa dirinya mengaku akan bertanggung jawab terhadap para ketua arisan beserta para korban. Namun, dirinya pun meminta untuk tetap memberikan waktu, supaya uang para korban bisa kembali lagi.

“Nama baik saya mah udah saja, udah terlanjur ramai. Tapi tolong kasih kesempatan saya sembuh dan bisa bersama kalian lagi untuk menyiapkan uang. Jangan mau diperalat dan terprovokasi oleh orang yang bertanggung jawab, itu pesan ibu,” ujar A dalam rekaman percakapan yang dibagikan.

Dengan dirinya menghubungi para ketua, menurut A, semuanya karena masih peduli dengan kalian (ketua arisan atau korban). Jangan kira Ibu itu akan meninggalkan kalian. Ibu masih bertanggung jawab.

“Jangan sampai kalian salah langkah. Bisa dimengerti gak?,” imbuhnya.

“Kalau kita semua mah, maunya ibu itu muncul. Karena kami sudah gak kuat. Banyak yang ngancam, karena bukan hanya harta saja, tapi nyawa juga sudah banyak yang ngancam,” jawab salah seorang perwakilan ketua dalam percakapan.

Sekarang gini, sambung A, kalau dirinya muncul, itu akan sangat berbahaya. Tapi di sisi lain, para ketua juga menyampaikan bahwa janji akan melindungi A, jika misalnya A muncul, dan bahkan bersedia bertanggung jika terjadi apa-apa.

“Dengerin ibu baik-baik. Yang kini diperjuangkan ibu itu bagaimana supaya uang kembali, kan gitu. Gak peduli laporan kalian ke polisi atau bahkan ibu disel. Tapi yang jelas ibu lagi perjuangkan uang kalian,” ucapnya.

“Nyawa orang tua kita juga terancam ibu, bukan hanya kita sebagai ketua saja. Jadi kapan ibu akan bertanggung jawab kepada kami,” teriak salah seorang ketua lainnya dalam percakapan.

Selain itu, para ketua pun menyampaikan bahwa jika A memiliki niat untuk bertanggung jawab, lantas kapan akan muncul dan menemui dirinya beserta teman-teman lain.

“Di daerah lain itu, sudah banyak yang ngancam dan bahkan lebih ekstrim dibanding corona ini,” kata ketua.

Para ketua semua berharap, kasus dan kejadian yang menimpa ini akan segera ada upaya lebih lanjut. Termasuk solusi dan titik terang bagi semuanya.

(dan)