Diduga Rem Blong, Truk Box Asal Bekasi Tabrak Tebing di Puncak, Sopirnya Tewas di Tempat

CEK TKP: Petugas kepolisian Polres Cianjur tengah melakukan cek TKP atas Laka Lantas di Puncak Ciloto, Cianjur. (Foto: Dokumentasi Kepolisian For Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com – Diduga alami rem blong hingga hilang kendali, sebuah truck box yang bermuatan alat kebutuhan rumah tangga dengan nomor polisi B 9114 SXS menabrak tebing tembok di Jalan Raya Puncak, Kampung Pengkolan RT 03 RW 02, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, Selasa (18/8/2020).

Berdasarkan informasi yang didapat, peristiwa itu bermula saat truk boks yang melaju dari arah Bogor menuju ke Cianjur, ketika menempuh jalan menurun dan berbelok ke kanan hilang kendali, hingga akhirnya out kekiri dan menabrak tebing tembok.

“Akibat kejadian tersebut saudara ANDI WIJAYA yang merupakan supir truk tergencet (terjepit, red) kabin kendaraan dan meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Termasuk kendaraan truc box pun mengalami kerusakan yang cukup berat,” ujar Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Meilawaty, S.H, S.I.K, M.M, dalam keterangan yang diterima radarcianjur.com, melalui Kanit Laka Lantas Polres Cianjur Aiptu, H. Suhariyanto, Selasa (18/8).

Baca Juga : Dua Mobil Dan Satu Motor Terlibat Tabrakan Satu Orang Tewas

Baca Juga : Kecelakaan Maut Di Jalan Raya Cianjur Sukabumi Ini Penyebabnya

Sementara itu, kerugian materil atas kejadian di Puncak Ciloto itu ditaksir mencapai Rp 50 juta rupiah. Termasuk kendaraan truck box Hino yang dikemudikan ANDI WIJAYA, Srimulyo, warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi itu pun kini masih dalam proses lidik.

“Dari hasil pemeriksaan di TKP, lebar badan jalan sekitar 8,70 meter, lebar bahu jalan sebelah kiri tiga meter, sebelah kanan satu meter, dengan kondisi jalan cukup bagus dan beraspal, dengan geografis Jalan menurun panjang, belok ke kanan,” jelasnya.

Baca Juga : Sebelum Tabarakan Maut, Sopir Truk Sempat Diajak Istirahat

Hasil analisa sementara kecelakaan lalu lintas pun sama, diduga karena human error dan kurang berhati hati.

“Setelah kejadian tersebut, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, serta menggelar perkara awal di TKP, menghubungi petugas derek, mengevakuasi korban ke RSUD Sayang, termasuk membuat lidik,” tukasnya. (dan)