Hebat, Dua Wanita Asal Cianjur Sukses Dirikan Perusahaan Jamu di Tengah Pandemi

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur sedang mencoba khasiat jamu yang diproduksi dua wanita asal Cianjur. Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Dua orang wanita asal Cianjur yakni Rea Nurul Rizkia Wiradinata, dan Annisa Rahmatu Sa’adah, sukses membuat perusahaan jamu di masa Pandemi covid-19.

Annisa Rahmatu Sa’adah mengatakan, awal membuat jamu hanya untuk konsumsi pribadi dan keluarga saja. Namun setiap teman dan tamu yang datang selalu disuguhi jamu. Lama kelamaan teman banyak yang datang kembali setelah merasakan khasiat jamu untuk kulit, stamina, dan pencernaan.

Annisa mengatakan, awalnya ia usaha rental mainan dan makanan Suki. Pandemi covid-19 membuat dua usahanya tersebut harus tutup.

“Usaha ini berasal dari perumahan Mahkota jadi saya berinama Mahkota Cleopatra,” katanya, kepada radarcianjur.com, Rabu (19/8/2020).

Annisa mengatakan seiring berjalan waktu dan banyaknya permintaan ia tidak bisa memproduksi jamu dalam jumlah banyak seorang diri.

“Jadi saya mengajak tetangga dan warga lain sampai akhirnya mendirikan pabrik dan memproduksi secara massal jamu asli Indonesia ini,” kata Annisa.

Annisa mengatakan, saat ini perusahaannya bisa memproduksi sebanyak 2.500 botol perhari, untuk area pendistribusian awalnya hanya untuk daerah Cianjur lalu lalu ada permintaan dari luar kota seperti Sukabumi, Bandung, Ciamis, Tasik, dan Tangerang.

“Kemasannya milenial, jadi bisa ditenteng juga ke mall, harganya untuk yang kecil Rp15 ribu dan botol besar Rp 54 ribu,” ujarnya.

Annisa menuturkan, saat ini ia mempekerjakan sebanyak 14 orang dengan memberdayakan ibu rumah tangga yang tidak bekerja lagi karena pandemi Covid-19.

“Ada juga 150 orang sebagai resseler, mereka ada yang masih bekerja dan ada juga yang sudah tidak bekerja,” kata Annisa.

Rea Nurul Rizkia Wiradinata menambahkan, perusaah jamu tersebut dirintis berdua, pengembangan menjadi pesat karna menggandeng salah satu direksi yang mendirikan PT Berkah Utama Jaya Abadi sentausa.

“Semua legalitas jelas hingga jamu ini sudah memiliki izin edar dan proses BPOM , serta mempunyai market yang sangat besar di Jakarta. Dulu Annisa Rahmatu Sa’adah, yang punya inisiatif, dan saya yang tanam modal hingga melegalkan perusahaan jamu tersebut,” kata Rea.

Rea menagatakan, berkat ketekunan para marketing jamu tersebut sudah menumbus pasar di luar Jawa Barat

“Saya akan terus berusaha hingga jamu ini mempunya market yang besar,” katanya

Sementara itu, Ketua DPRD Cianjur, Ganjar Ramadhan mengapresiasi langkah para ibu rumah tangga yang menekuni UMKM serta menggaet para tetangga dan warga untuk ikut menjadi wirausahawan tersebut.

“Jamu mahkota dewa ini saya kemarin mencoba dua botol sekaligus pencernaan saya enak nyenyak tidurnya juga dan tidak pahit. Biasanya jamu – jamu yang diproduksi yang dulu agak males minumnya sekarang kalau jamu dengan kemasan seperti ini agak enak juga dilihat,” katanya.

Ia bersyukur sang pemilik usaha bisa membantu perekonomian warga lainnya khususnya di Cianjur.

“Alhamdulillah selain memproduksi jamu, beliau juga meningkatkan perekonomian Cianjur khususnya yang terdampak covid-19, pengangguran bisa menjadi karyawannya,” katanya.(dil)