Polisi Bekuk Dua Tersangka Curanmor di Cipanas

RELEASE: Polres Cianjur merilis dua tersangka pelaku Curanmor di wilayah hukum Polsek Pacet, Kamis (20/8/2020). Foto: Dadan Suherman/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Kepolisian Resort (Polres) Cianjur berhasil membekuk dua tersangka pencurian sepeda motor (Curanmor) di wilayah Pacet, Cipanas, Kabupaten Cianjur beberapa waktu kemarin.

Hal tersebut, diungkapkan Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifa’i kepada wartawan dalam konferensi pers di Mapolsek Pacet, Kamis (20/8/2020).

“Atas dasar laporan polisi nomor: LP/B/284/VIII/2020/JABAR/RES CJR/Sek Pct, Sabtu 15 Agustus 2020, yang kemudian sekira jam 13.00 Wib di Kampung Pasekon RT 02/14 Desa Cipendawa Kecamatan Pacet, kami berhasil menangkap pelaku Curanmor tersebut,” jelas AKBP Mochamad Rifa’i.

Kedua tersangka tersebut, tutur Rifa’i, yakni Suciyanto alias Yanto, dan Asep Komarudin alias Askom. Dengan barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya tujuh unit sepeda motor berbagai merk, dua buah kunci L yang sudah dimodifikasi, dua buah anak kunci L yang sudah diruncingkan, satu buah anak kunci untuk membuka lubang kunci yang sudah dimodifikasi, dua pasang plat nomor, satu celana Levis yang digunakan pencuri, dan satu topi hitam.

“Adapun saksi yang tercatat adalah Usman Sobandi Arifin, warga Pasekon Rt.01/14 Desa Cipendawa Kecamatan Pacet,” tambahnya.

Kronologis penangkapan, tutur AKBP Rifa’i, adalah pada saat piket Reskrim Pacet menerima informasi dari salah seorang warga, kemudian anggota yang dipimpin Panit Reskrim langsung mendatangi sumber informasi tersebut.

“Setelah dilakukan penyelidikan, piket Reskrim dapat mengamankan satu orang yang diduga tersangka pelaku curanmor. Setelah orang tersebut dilakukan interogasi, didapati lagu salah satu pelaku lain, sekitar pukul 21.30 Wib dikediamannya,” jelas Rifa’i.

Hasil interogasi, bahwa tersangka mengaku dirinya telah melakukan beberapa TKP curanmor di wilayah hukum Polsek Pacet. Termasuk pihak kepolisian pun masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan di TKP, tersangka dan barang bukti lain.

“Pasal yang diterapkan adalah KUH pidana 363, dengan ancaman hukuman kurang lebih tujuh tahun penjara,” kata AKBP Rifa’i. (dan)