Dewan Pantau Kesiapan Sekolah

RADARCIANJUR.com-Anggota DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi kesiapan Kegiatan Belajar Mengajar ( KBM) Tatap Muka. Bambang bersama tim verifikasi mengecek kesiapan 6 sekolah tingkat SMA/SMK diantarnya, SMAN 3, SMKN 3, SMKN 1, SMA Hayyatan Thayyibah, SMAN 2 dan MAN 1.

” Ini merupakan tindak lanjut Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi 3 bersama Satgas Covid-19,” ujar Bambang Herawanto.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi tersebut, secara umum pihak sekolah menyatakan siap bila diperintahkan untuk memulai KBM tatap muka.

Namun bila tanggung jawab ada di tangak kepala sekolah, jika ada temuan cluster baru di sekolah, pihak sekolah merasa keberatan. ” Makanya diedarkan surat persediaan bertanggung jawab oleh orang tua masing-masing bila ankanya diizinkan tatap muka oleh para orang tua,” ujarnya.

Lanjut Bambang, disisi lain ternyata ada beberapa temuan siswa yang belum menyadari kewajiban penggunaan masker di sekolah. Bahkan Petugas sekolah pun terkesan dibiarkan begitu saja. Lalu, masih ada beberapa SDM perangkat sekolah belum memahami pentingnya protokol kesehatan.

Sementara itu, dari sisi sarana prasarana walaupun dengan media atau alat yang sederhana tapi dapat disiapkan untuk sarana prasarana protokol kesehatan di sekolah.

Bahkan ada sekolah yang secara inovatif membuat sosialisasi SOP untuk tatalaksana pembelajaran tatap muka siswa di media sosial untuk dipelajari dan dipahami para siswa.

Menurut Bambang, yang menjadi masalah utama adalah bagaimana untuk menjamin anak didik yang berangkat ke sekolah dan pulang ke rumah tidak berinteraksi dengan warga masyarakat lain.

Yang mungkin sedang terpapar covid-19 tersebut yang akan dibawa ke dalam lingkungan sekolah dan keluarganya di rumah.

” Maka dari itu khusus lembaga pendidikan yang menerapkan pola boarding school yang punya potensi untuk di terapkan KBM tatap muka dengan syarat setiap siswa yang masuk sekolah wajib dilakukan tes swab dan tidak boleh berinteraksi dengan warga di luar areal boarding school nya,” jelasnya.

Dikataknnya, yang masih pulang pergi perlu banyak kajian dan upaya yang harus dilakukan bersama antara pemerintah provinsi jabar sebagai pengelola pendidikan SLTA/SMK serta Kanwil Kemenag Jabar sebagai penanggung jawab MAN serta pemerintah kota sukabumi dalam upaya merealisasikan KBM tatap muka nantinya.

” Perlu diingat status zona covid-19 di Kota Sukabumi menurut satgas covid Kota Sukabumi saat RDP sudah bukan hijau dan kuning lagi, melainkan orange. Jadi kesimpulannya masih perlu ditunda sekaligus dikaji kembali upaya upaya yang haris dilakukan sebelum diterapkan KBM tatap muka,” pungkasnya.

(bal/may)