PT LIB Membebankan Swab Test Sebelum Kompetisi kepada Klub Kontestan

Para pemain Arema FC berlatih di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang untuk mempersiapkan diri jelang lanjutan Liga 1 2020. (Malang Post)

RADARCIANJUR.com-Menjelang bergulirnya Liga 1, PT LIB ingin memastikan kondisi semua pemain benar-benar baik. Karena itu, para pemain diwajibkan mengikuti swab test sepekan sebelum kompetisi dilanjutkan.

Tepatnya pada 23 September mendatang.

Direktur Utama LIB Akhmad Hadian Lukita menyatakan, hasil swab test pada 23 September dijadikan syarat bagi pemain, pelatih, hingga ofisial untuk bisa bertanding.

’’Bukan apa-apa. Ini juga sebagai langkah antisipasi pertandingan selama pandemi korona,’’ ujarnya. Syarat itu sebenarnya diinfokan kepada klub ketika manager meeting beberapa waktu lalu. Jadi, tidak mendadak.

Lantas, bagaimana jika tim menyerahkan hasil swab test sebelum 23 September? Lukita menegaskan bahwa LIB tetap akan meminta klub melakukan swab test ulang.

Sebab, dia merasa swab test mandiri yang dilakukan klub Liga 1 selama masa persiapan tidak dipantau LIB.

’’Karena kan mereka juga melakukan kegiatan mandiri. Ada yang latihan atau ada yang masih pemanasan istilahnya. Itu di luar jangkauan kami. Jadi, mereka harus melakukan swab test sepekan sebelum kompetisi dilanjutkan,’’ jelasnya.

Biaya swab test dibebankan kepada klub. Artinya, tes usap pada 23 September mendatang sepenuhnya merupakan kewajiban klub. ’’Tapi, ketika kompetisi sudah dimulai, kami bakal menanggung semua biaya swab test-nya,’’ tegasnya.

Sejauh ini beberapa klub seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, PS Tira Persikabo, Arema FC, dan Bali United mengadakan latihan untuk persiapan Liga 1. Klub-klub itu juga sudah melakukan swab test mandiri.

Sementara itu, tim seperti Persiraja Banda Aceh juga sedang bersiap melakukan latihan dan swab test kepada pemainnya.

(jp/may)