Harga Sayur Ambruk, Petani Cipanas Menjerit. Ini Daftar Harganya!

MERUGI: Salah seorang petani sayur di Cipanas, Cianjur yang mengalami kerugian karena tak sebanding antara modal dan penghasilan. Foto: Dadan Suherman Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejak beberapa pekan hingga saat ini harga sejumlah komoditi sayur di petani mengalami penurunan yang cukup berarti.

Anjloknya harga bahan pangan tersebut diduga karena ketersediaan yang melimpah, namun kebutuhan masyarakat yang kurang. Termasuk juga akibat adanya pemasaran ke Ibu kota yang cukup tersendat. Sehingga beberapa jenis sayur dihargai cukup rendah.

Salah seorang petani sayur mayur di Cipanas, Iyan (60) mengaku bahwa harga komoditas sayur mayur saat ini tengah mengalami penurunan yang signifikan. Pasalnya, tiap ada pasokan yang melimpah, dan pemasaran yang kurang menjadi dampak harga sayur selalu anjlok.

“Iya mungkin karena faktor ekonomi saat ini, dikala pandemi Covid-19. Termasuk belum seimbangnya kebutuhan masyarakat dan hasil sayur dari para petani yang melimpah,” kata Abah Iyan begitu ia sering disapa.

Abah Iyan menyebutkan, harga sayuran seperti sawi dan pakcoy hanya dihargai Rp 300 dan Rp 400 rupiah per kilogram. Begipun wortel dihargai oleh para tengkulak senilai Rp 1500 rupiah per kilogram. Kemudian buncis, dihargai Rp 2500 perkilogram, bawang daun Rp 5000 perkilogram, kacang panjang Rp 2000 perkilo, dan brokoli dihargai Rp 3000 perkilogram.

“Ini tak sebanding kang, ketika harga sayuran yang biasa normal, kini dihargai cukup murah. Apalagi dengan biaya operasionalnya yang cukup tinggi. Bahkan kadangkala sering dibuang gitu aja,” ungkapnya.

Menurut Abah, penurunan ini sudah terjadi hampir tiga bulan kemarin. Bahkan, untuk harga cabe-cabean pun yang semula bisa mencapai Rp 30 bahkan 50 ribu perkilogram, sekarang paling dihargai Rp 11 ribu saja. Termasuk harga terong hanya diterima Rp 2000 perkilogram, dan umbi-umbian hanya seribuan perkilo.

“Sangat drastis kang, apalagi bulan kemarin itu harganya lebih murah lagi dibanding harga yang tadi disebutkan,” ujarnya.

Ia berharap, harga sayur mayur sesegera mungkin bisa lebih normal kembali. Artinya, tidak menurun drastis. Apalagi jika musim hujan kedepan mulai ada. Tanaman sayur apapun sering menjadi gagal panen, dan harga pun bisa lebih anjlok lagi.

“Makanya kalau melihat dari proses tani ini sangatlah tidak sebanding dilihat dari operasionalnya. Kadangkala untuk petani kecil seperti saya ini jarang ada bantuan dari pemerintah. Kalaupun ada juga tidak terlalu senang, karena kalau dibantu juga harus ada semacam timbal balik lagi,” tandasnya. (dan)

Harga Sayuran Murah Meriah

Harga sayuran, sawi dan pakcoy hanya dihargai Rp300-Rp400/kg

Wortel Rp1500/kg
Buncis Rp2500/kg
Bawang daun Rp5000/kg
Kacang panjang Rp2000/kg
Brokoli Rp3000/kg.

Cabe-cabean Rp 11000/kg
Terong Rp2000/kg
Umbi-umbian seribuan/kg.