Kisah Raisa, Warga Cilaku, Balajar Daring di Rumah tapi Tak Punya Hp

FOKUS: Raisa Nur Apriliani tengah mengerjakan soal yang diberikan gurunya melalui buku pelajaran. (Foto Hakim Radar Cianjur)

RADARCIANJUR.com- Masih ingatkah dengan Raisa Nur Apriliani? Gadis kecil yang kini berusia delapan tahun tersebut dulunya salah satu anak yang hampir putus sekolah karena sistem zonasi. Namun, gadis kecil yang duduk di kelas dua SDN Kebon Jeruk kini sudah berbeda dari setahun sebelumnya. Lebih ceria dan rajin mengerjakan setiap soal yang diberikan sekolah.

Meski awalnya sempat putus asa untuk bisa duduk di bangku sekolah, namun Raisa tetap ingin merasakan bahagianya duduk diantara anak-anak lainnya dalam menuntut ilmu. Ternyata kegigihannya dituntukan dengan giat belajar demi mewujudkan cita-cita.

Raisa yang tinggal bersama keluarganya di Kampung Babakan Ciharashas Rt 7 Rw 5 Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku ini selalu didampingi oleh orang tua dan kaka kandungnya selama belajar. Saat wartawan Radar Cianjur mendatangi kediamannya, dirinya tengah belajar dengan serius. Hari demi hari, bulan demi bulan, Raisa pun menunjukan giat belajarnya meski belum masuk dalam peringkat kelas.

“Kalau belajarnya rajin, awal masuk aja malu-malu. Kalau kemana-mana suka minta ditemenin, tapi sekarang sudah enggak,” ujar Enung (40) ibunda Raisa.

Tapi kini, dirinya harus kembali belajar di rumah pada situasi pandemi yang tengah menyerang seluruh dunia. Baginya, itu bukan halangan untuk menggapai mimpinya. Setiap harinya, ia selalu meminta tugas dari guru melalui buku. Pasalnya, keluarganya tidak memiliki ponsel untuk melakukan kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Keadaan keluarga yang hidup sederhana membuatnya bersabar dan terus berusaha dengan giat.

Gadis dengan senyum ramah ini pun tak merasa sedih, iri maupun minder dengan teman-teman lainnya yang melakukan PJJ menggunakan ponsel. Dengan suara lirih ia mengungkapkan tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.

“Ya walaupun kadang suka telat ngasih PR atau tugas yang sudah selesai ke gurunya, dia enggak sedih atau sirik sama temennya yang lebih dulu beres mengerjakan soal lewat HP. Tapi bukan malah males belajar saat seperti ini, malah rajin,” jelasnya.

Enung pun berharap bisa mendapatkan perhatian dari berbagai pihak untuk membantu kelancaran anaknya dalam belajar. (kim)