Awas! Proses Pilkada Bisa Jadi Cluster Baru Covid-19

Sekretarsi komisi I DPRD Provinsi, Sadar Muslihat

RADARCIANJUR.com – Anggota Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa barat, fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) Sadar Muslihat menilai, bahwa proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang kian dekat ini kemungkinan bisa menjadi cluster baru penyebaran virus Covid-19 yang masih belum ditetapkan usai hingga saat ini.

“Ya, kalau dalam proses Pilkada seperti kampanye atau sosialisasi calon nanti, termasuk saat pemilihan itu tidak menerapkan protokol kesehatan, ada kemungkinan bisa menjadi cluster baru Covid,” ujar Sadar, saat ditemui radarcianjur.com, disela-sela kesibukannya, Selasa (25/8/2020).

Maka dari itu, Sadar menyampaikan bahwa begitu pentingnya penerapan protokol kesehatan di masa tatanan hidup baru saat ini.

“Jadi sebetulnya sekarang itu menjadi salah satu kesempatan juga bagi para calon yang ikut kontestasi Pilkada untuk gencar menyosialisasikan penerapan itu ke masyarakat. Kan secara tidak langsung bisa menjadi ladang mencari popularitas. Tapi dengan aturan juga,” katanya.

Selain itu, Sadar mengingatkan, terkait Pilkada nanti, semua calon yang akan bertanding termasuk calon dari petahana, jika masih menggunakan anggaran pemerintah, maka harus bisa memisahkan antara anggaran untuk Pilkada maupun anggaran untuk rakyat.

“Saya kira semua juga sudah paham tentang hal itu, meskipun sekarang ini belum masuk tahapan awal. Kebebasan dan kebolehan itu seharusnya mesti lebih dipahami, selama tidak melanggar aturan ya silakan saja,” tuturnya.

Namun begitu, menurut pria berkacamata itu, etika dan aturan yang berlaku harus tetap digunakan. Karena ini merupakan kepentingan bersama untuk menjaga demokrasi yang sehat dan aman.

“Pilkada ini harus tetap menjadi perhelatan rakyat yang aman, demokratis, dan sesuai aturan yang berlaku,” tukasnya. (dan)